Per Akhir Juni, Penerimaan Pajak Setara 40,84% Target APBN 2017

IVOOX.id, Jakarta – Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Juni 2018 (semester I) mencapai Rp581,54 triliun atau setara 40,84 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp1.424 triliun. Pencapaian ini lebih tinggi 13,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy).

“Penerimaan yang dikelola oleh DJP ini tumbuh 13,96 persen dibandingkan periode sama tahun lalu,” kata Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan dalam diskusi di Jakarta, Selasa (10/7). Bahkan, kata dia, pertumbuhan penerimaan pajak hingga semester I-2018 ini, jika dibandingkan dengan penerimaan semester I 2017 di luar pendapatan dari program amnesti pajak, mencapai 16,71 persen.

Berdasarkan jenis pajak, penerimaan tersebut berasal dari PPh pasal 21 sebesar Rp67,9 triliun atau tumbuh 22,23 persen dan PPh pasal 22 impor sebesar Rp27,02 triliun atau tumbuh 28 persen. Kemudian PPh badan sebesar Rp119,9 triliun atau tumbuh 23,79 persen dan PPN dalam negeri sebesar Rp127,8 triliun atau tumbuh 9,1 persen. Selain itu, PPh Orang Pribadi sebesar Rp6,98 triliun atau tumbuh 20,06 persen dan PPN impor sebesar Rp83,86 triliun atau 24,3 persen.

Adapun sektor yang mengalami pertumbuhan tinggi pada semester I-2018 adalah pertambangan 79,71 persen, pertanian 34,25 persen, perdagangan 27,91 persen dan pengolahan 12,64 persen. “Meski pertambangan tumbuh 79,71 persen, namun sharenya ke penerimaan hanya 7,2 persen. Industri pengolahan yang menyumbang penerimaan terbesar dengan kontribusi 30,3 persen,” ujar Robert.

Robert optimistis realisasi penerimaan pada semester II-2018 bisa lebih baik dari semester I-2018, apalagi pertumbuhan pajak tanpa amnesti pajak sudah relatif tinggi.

Untuk itu, ia menyakini pertumbuhan penerimaan pajak, terutama pajak nonmigas, hingga akhir tahun bisa mencapai kisaran 17-18 persen.

“Sepanjang kami mempertahankan pencapaian, dengan perbaikan kepatuhan dan administrasi perpajakan, peningkatan pengawasan dan pemeriksaan secara fair, kami yakin bisa mengejar,” kata Robert, dikutip Antara.

Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak DJP Yon Arsal mengatakan realisasi penerimaan pajak tersebut sudah makin membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini, didukung Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang terbantu oleh kenaikan harga minyak dunia, bisa memberikan kontribusi yang positif kepada penerimaan negara secara keseluruhan.

“Untuk ‘full year’ kami masih optimis, karena PNBP surplusnya juga besar. Potensi untuk ‘shortfall’ memang masih ada, tapi kita tidak se-khawatir tahun-tahun sebelumnya,” ujar dia.