Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Kuartal II Naik 10 Persen

iVooxid, Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi di industri asuransi jiwa meningkat sebesar 10 persen pada kuartal II 2016 menjadi Rp74,61 triliun sibandingkan periode sama tahun lalu Rp67,82 triliun.

“Peningkatan itu menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan asuransi jiwa dalam menghadapi risiko-risiko yang tak terduga,” ujar Ketua AAJI Hendrisman Rahim di Jakarta, Senin (10/10/2016).

Ia menambahkan bahwa tingginya kesadaran masyarakat terhadap asuransi juga ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah tertanggung individual sebesar 15,1 persen menjadi 19,11 juta orang pada kuartal II 2016 dari 16,60 juta orang pada periode sama tahun sebelumnya.

Pada periode itu juga tercatat total pendapatan industri asuransi jiwa naik 42 persen menjadi Rp99,88 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp69,97 triliun.

Hendrisman Rahim memaparkan peningkatan itu didukung oleh meningkatnya premi yang terdiri dari premi bisnis baru sebesar Rp43,41 triliun dan premi lanjutan Rp31,19 triliun, serta meningkatnya hasil investasi menjadi Rp21,92 triliun, dan pendpaatan lainnya menjadi Rp2,03 triliun.

“Pertumbuhan yang kuat itu menunjukkan komitmen industri asuransi jiwa Indonesia untuk fokus dan pertumbuhan bisnis yang dilandasi penyediaan produk perlindungan keuangan dan investasi jangka panjang yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Untuk kuartal III 2016, Hendrisman Rahim memprediksi perolehan premi masih akan tetap tumbuh meski dibayangi kondisi makro ekonomi nasional dan iklim investasi yang cenderung melambat.

“Pertumbuhan premi pada kuartal III 2016 diperkirakan sekitar 12-13 persen. Hingga akhir tahun ini pertumbuhan premi mencapai sekitar 14-15 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Regulasi dan Best Practise AAJI, Maryono Sumaryono mengatakan bahwa komitmen industri asuransi jiwa dalam menjalankan bisnisnya juga dapat dilihat dari total klaim dan manfaat yang dibayarkan.

“Pada kuartal II 2016 ini total klaim dan manfaat yang dibayarkan oleh industri asuransi jiwa sebesar Rp44,7 triliun, meningkat 3,6 persen dari Rp43,16 triliun pada periode sama tahun lalu,” paparnya.

Ia merinci, pada kuartal II 2016 ini klaim kesehatan (medical) yang dibayarkan industri asuransi jiwa sebesar Rp5,17 triliun pada kuartal II-2016. Klaim akhir kontrak yang dibayarkan mencapai Rp4,58 triliun. Klaim meninggal dunia mencapai Rp4,09 triliun. (ant)

LEAVE A REPLY