Pelemahan Rupiah Halangi Penguatan Harga Obligasi

Reza Priambada

IVOOX.id, Jakarta – Masih adanya sentimen negatif terutama dari pelemahan nilai tukar rupiah diperkirakan dapat menghalangi pergerakan pasar obligasi untuk berbalik naik.

Peluang pasar obligasi untuk bergerak naik diperkirakan akan rendah. “Diharapkan aksi jual dapat mereda untuk menahan pelemahan pasar obligasi,” kata Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Namun demikian, kata dia, cermati dan waspadai jika masih adanya berbagai sentimen yang dapat membuat laju pasar obligasi kembali melemah.

Kemarin, laju pasar obligasi dalam negeri kembali terkena aksi jual setelah pelaku pasar merespons negatif kembali melemahnya laju dolar AS dan adanya imbas kenaikan imbal hasil obligasi AS seiring antisipasi penjualan ritel dan data-data manufaktur AS.

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 5,75 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun -10,09 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun -1,98 bps.

Laju pasar obligasi cenderung naik. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±10 tahun dengan harga 95,58% memiliki imbal hasil 6,68% atau turun -0,03 bps dari sebelumnya di harga 94,45% memiliki imbal hasil 6,71%.

Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 98,65% memiliki imbal hasil 7,63% atau turun -0,01 bps dari sehari sebelumnya di harga 98,51% memiliki imbal hasil 7,65%.

Pada Selasa (15/5/2018), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,11 bps di level 114,42 dari sebelumnya di level 114,29.

Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,06 bps di level 107,35 dari sebelumnya di level 107,28.

Pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,07% dari sebelumnya di level 7,09% dan US Govn’t bond 10Yr di level 3,08% dari sebelumnya di level 2,98% sehingga spread di level kisaran 398,7 bps lebih tinggi dari sebelumnya 411,1 bps.

Sedangkan pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung variatif naik. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 8,99%-9,02%.

Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasilnya di kisaran level 9,70%-9,82%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,90%-10,97%, dan pada rating BBB di kisaran 13,10%-13,40%. (jaw)