Pasar Obligasi Tertolong Rencana Kenaikan Subsidi

Reza Priambada

IVOOX.id, Jakarta – Meski tekanan jual mulai mereda, laju pasar obligasi dalam negeri masih dalam tren pelemahannya.

“Pasar obligasi dalam negeri terbantukan dengan kembali terapresiasinya laju rupiah yang dibarengi dengan beberapa sentimen positif dari dalam negeri terutama langkah pemerintah untuk menaikkan subsidi dengan tujuan menjaga daya beli masyarakat sehingga tingkat inflasi dapat lebih stabil,” kata Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun -2,51 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 3,98 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 1,21 bps.

“Kembalinya aksi jual membuat sejumlah seri obligasi berada di zona merah,” ujarnya.

Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±10 tahun dengan harga 97,62% memiliki imbal hasil 6,17% atau turun -0,05 bps dari sebelumnya di harga 97,40% memiliki imbal hasil 6,217%.

Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 101,08% memiliki imbal hasil 7,39% atau turun -0,003 bps dari sehari sebelumnya di harga 101,05% memiliki imbal hasil 7,40%.

Pada Senin (12/3/2018), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,05 bps di level 116,64 dari sebelumnya di level 116,69.

Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun -0,02 bps di level 108,75 dari sebelumnya di level 108,77.

Pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 6,73% dari sebelumnya di level 6,85% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,88% dari sebelumnya di level 2,89% sehingga spread di level kisaran 385,8 bps lebih rendah dari sebelumnya 396 bps.

Sedangkan pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung variatif naik seiring kembali adanya aksi jual. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 8,71%-8,89%.

Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasilnya di kisaran level 9,12%-9,14%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,35%-10,40%, dan pada rating BBB di kisaran 13,01%-13,12%.

Pergerakan pasar obligasi yang mulai berkurang pelemahannya, menurut Reza, diharapkan dapat menjadi sentimen positif dan momentum untuk kembali berbalik menguat seiring membaiknya laju rupiah. “Diharapkan tekanan jual kian mereda agar sejumlah seri dapat berbalik naik,” ucapnya.

Pelemahan sejumlah imbal hasil obligasi AS karena adanya lelang diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali masuk sehingga menjaga momentum kenaikan pasar obligasi dalam negeri.

“Tetap mewaspadai masih adanya sejumlah sentimen yang dapat menahan potensi pembalikan arah naik dari sejumlah obligasi,” imbuhnya. (jaw)