Pasar Obligasi masih Diselimuti Kekhawatiran

Reza Priambada

IVOOX.id, Jakarta – Masih adanya kekhawatiran pelaku pasar dalam menanggapi sentimen yang ada, menurut analis, membuat laju pasar obligasi masih berpeluang melemah.

“Apalagi, jika laju rupiah kembali melemah sehingga akan sangat direspons negtatif,” kata Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Pergerakan pasar obligasi global yang melemah, lanjut Reza, juga turut berimbas negatif pada perdagangan obligasi dalam negeri.

“Tetap cermati dan waspadai jika masih ada berbagai sentimen yang dapat membuat laju pasar obligasi kembali melemah,” ujarnya seraya mewanti-wanti.

Kemarin, laju rupiah yang masih melemah seiring belum adanya sentimen positif dari dalam negeri dan pergerakan imbal hasil obligasi AS yang kembali menguat membuat laju pasar obligasi cenderung kembali melanjutkan pelemahannya.

“Pelaku pasar kembali melakukan aksi jual yang berimbas pada meningkatnya imbal hasil obligasi dalam negeri,” ucapnya.

Adapun pergerakan masing-masing tenor, ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 30,09 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 28,63 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 14,11 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak turun seiring masih adanya aksi jual. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 91,99% memiliki imbal hasil 7,62% atau naik 0,21 bps dari sebelumnya di harga 92,78% memiliki imbal hasil 7,41%.

Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 92,83% memiliki imbal hasil 8,23% atau naik 0,18 bps dari sehari sebelumnya di harga 94,46% memiliki imbal hasil 8,06%.

Pada Kamis (28/6/2018), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 1,06 bps di level 109,08 dari sebelumnya di level 110,25.

Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,84 bps di level 105,001 dari sebelumnya di level 105,89.

Pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,86% dari sebelumnya di level 7,66% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,85% dari sebelumnya di level 2,89% sehingga spread di level kisaran 501,3 bps lebih tinggi dari sebelumnya 477,3 bps.

Sedangkan pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung naik. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 9,89%-9,93%.

Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,25%-10,30%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,30%-11,35%, dan pada rating BBB di kisaran 14,05%-14,10%. (jaw)