PAN Tidak Tertarik Bentuk Poros Ketiga

IVOOX.id, Jakarta - Partai Amanat Rakyat (PAN) tidak tertarik membentuk poros ketiga dalam kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, sehingga tidak merespons keinginan PKS.

 

IVOOX.id, Jakarta – Partai Amanat Rakyat  (PAN)   tidak  tertarik membentuk poros ketiga dalam kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019,  sehingga tidak merespons keinginan PKS.

“Kami hargai kalau ada pikiran-pikiran yang berbeda. Saya masih perpendapat kemungkinan ada dua,” kata Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/7).

Pernyataan  itu, menanggapi  Presiden PKS, Sohibul Iman yang mengusulkan untuk membentuk poros ketiga dalam Pilpres 2019. Tujuannya agar pilpres menjadi dua putaran seperti Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

Zulkifli mengatakan alasan pihaknya menolak pembentukan poros ketiga,  karena ambang batas pencalonan calon presiden-calon wakil presiden tinggi yaitu 20 persen.

“20 persen itu tinggi, kalau poros ketiga harus tiga partai. Gabungan dua partai bisa mengajukan capres-cawapres hanya PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan Partai Golkar,” ujarnya.

Menurut Zulkifli,  PDI Perjuangan dan Golkar sudah bersatu mengajukan capres sehingga poros ketiga kemungkinan tidak bisa terwujud.

Menurut dia, poros ketiga bisa saja terbentuk namun butuh keajaiban dalam mewujudkannya. “Saya berpendapat dua pasangan capres-cawapres, kalau tiga pasangan butuh keajaiban,” katanya.

Sebelumnya, Sohibul Iman mengatakan sempat mengusulkan ke Partai Demokrat untuk membentuk poros ketiga dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019. Tujuannya agar pilpres menjadi dua putaran seperti Pilgub DKI Jakarta 2017.

Sohibul mengatakan poros ketiga dapat mengakomodasi partai yang ingin berkoalisi untuk mengusung kadernya masing-masing. “Maka saya usulkan tahap pertama kami lakukan dua poros, supaya muncul empat orang. Berarti empat partai terakomodasi,” ujar Sohibul

Sohibul menuturkan poros ketiga memang ingin dibentuk sebagai salah satu formula melawan calon pesiden petahana Joko Widodo atau Jokowi . Menurut dia, jika Demokrat masuk ke koalisi PKS, nantinya hanya akan ada dua pasangan calon dalam pilpres.