OJK: Sistem Keuangan Terjaga Meski Rupiah ke Rp20.000 per USD

IVOOX.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan, stabilitas sistem keuangan masih tetap terjaga dengan baik, meski nilai tukar rupiah menyentuh Rp20.000 per USD. Hal ini sejalan dengan kondisi perbankan nasional yang masih kuat yang tercermin dari beberapa indikator.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyebutkan, stabilitas sistem keuangan yang masih baik dapat dilihat dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan yang berada di atas 22,67 persen.

“Dengan tingkat permodalan tersebut, perbankan nasional dinilai masih dapat bertahan dengan kondisi stress test apapun,” kata Wimboh di Jakarta, Senin (30/4/2018).

Dia juga mengatakan, pihaknya masih terus mengawasi dan mengamati rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan guna menjaga stabilitas keuangan nasional.

“Kalau terjadi suku bunga naik, nilai tukar merosot tajam baru kita simulasikan strest test, kalau kita simulasi kalau dollar capai Rp20.000 tetap gak bermasalah,” ucap dia.

Dengan kata lain, bilang dia, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD yang belakangan hampir menyentuh level Rp14.000 per USD, diyakini tidak akan berdampak signifikan terhadap stabilitas sistem keuangan nasional, terutama terhadap industri perbankan.

Dari sisi lain, sambung dia, OJK juga terus mempersiapkan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan serta memperkuat koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait. “Termasuk koordinasi pengawasan terhadap transaksi valas oleh perbankan,” tutup Wimboh. (ava)