OJK: Pertumbuhan Kredit Masih Tren Melambat

IVOOX.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, pertumbuhan kredit masih dalam tren perlambatan khususnya Kondisi Industri yang mengindikasikan ekspansi usaha masih tertahan. Disisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) cukup tumbuh signifikan, terutama Giro.

Direktur Pengawasan Bank OJK Irnal Fiscallutfi menerangkan, realisasi penyaluran kredit hingga Oktober 2017 sebesar 33 persen dari Rencana Bisnis Bank (RBB) revisi 2017 menjadikan pertumbuhan secara year to date (ytd) hanya tumbuh 4,18 persen.

“Pertumbuhan kredit masih relatif rendah dibandingkan target pertumbuhan kredit akhir tahun yang sebesar 11,89 persen,” kata dia dalam acara Indinesia Risk Management Outlook 2018 oleh Majalah Stabilitas di Hotel Fairmont Jakarta, Kamis (7/12).

Irnal mengaku, penyaluran kredit yang masih relatif rendah tersebut karena rendahnya permintaan kredit baru sejalan kondisi dunia usaha yang belum sepenuhnya pulih.

Selain itu, lanjutnya, harga dan pasar komoditas yang masih belum pulih akibat pertumbuhan ekonomi global yang tertahan. Bahkan beberapa bank fokus pada proses konsolidasi internal karena Non Perfoming Loan (NPL) yang relatif tinggi menahan laju penyaluran kredit.

“NPL Gross per Oktober 2017 sebesar 2,9 persen,” jelas dia.

Sementara, realisasi penghimpunan DPK per Oktober 2017 mencapai 89,85 persen dari RBB revisi 2017 menjadikan pertumbuhan DPK ytd sebesar 6,73 persen. Pertumbuhan DPK relatif tinggi dibandingkan dengan target pertumbuhan DPK akhir tahun yang sebesar 9,73 persen.

“Realisasi DPK di bank BUMN relatif rendah karena pengalihan DAU/DBH dari pemerintah pusat ke Pemda, dan suku bunga DPK di BUKU 3 dan BUKU 4 yang relatif rendah, terlihat dari pertumbuhan ytd kedua kelompok ini rendah. Terdapat indikasi perpindahan sebagian DPK dari BUKU 3 atau 4 ke BUKU 1 atau 2,” pungkas dia.[ava]