Menukik Bersama Bursa Asia, IHSG “Terbakar” 2,02% Karena Aksi Jual

IVOOX.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 2,02% atau 117,85 poin di level 5.702,82 pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (11/10), tertekan aksi jual investor di tengah tumbangnya bursa saham Asia, mengikuti anjloknya bursa Eropa pada Rabu malam dan Wall Street pada Kamis dinihari WIB.

Sejak dibuka melemah 1,49% atau 86,67 poin ke level 5.734,00 pagi tadi, indeks terus tertekan di area merah hingga ditutup tumbang 117,85 poin sore ini.

Nilai transaksi hari ini mencapai Rp7,43 triliun dengan volume perdagangan 112,40 juta lot saham, pemodal asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) Rp1,19 triliun, dan sektor aneka industri dan keuangan menjadi pembeban utama IHSG dengan penurunan masing-masing 2,92 persen dan 2,68 persen.

Sementara nilai tukar rupiah menurun 0,21 persen ke level Rp15.235.

Penurunan tajam dialami seluruh pasar Asia. Indeks ASX 200 (Australia) jatuh 2,74 persen, Indeks Nikkei 225 tumbang dan Indeks Topix turun 3,52 persen, Indeks Kospi di Seoul melemah 4,14 persen, Indeks Hang Seng (Hongkong) turun signifikan, begitu juga dengan bursa saham China yang mana Indeks Shanghai dan Indeks Shenzhen, turun tajam.

“Kenaikan yield surat utang pemerintah USA menjadi katalis utama aksi jual di pasar saham karena lonjakan yield menunjukkan nilai sekarang lebih rendah dari hak dividen yang akan datang dengan asumsi prospek perekonomian yang tidak berubah,” kata Steven Friedman, Senior Ekonom pada BNP Paribas Asset Management.

Hal itu diperkuat Tim Riset ANZ: “Pasar saham dilanda aksi jual masif disertai kekhawatiran tentang seberapa besar yield surat utang akan naik, peringatan dari IMF tentang risiko stabilitas keuangan dan ketegangan perang dagang yang terus berlanjut sehingga mendorong ketidakpastian,” demikian kata Tim Riset ANZ seperti dikutip Reuters.