Menteri Rini: PTPN Group Akan Menjelma Jadi “Indonesia Modern Agriculture Company”

Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua dari kanan) didampingi Direktur Utama Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (kedua dari kiri) Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan ,Jasa Survei dan konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo (kiri) dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A.Arianto berfoto bersama sebelum melepas Start Mandiri Yogya Marathon 2018 di kawasan candi Prambanan Jawa tengah kemarin. FOTO: AMA/RM

IVOOX.id, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Grup bakal bertransformasi menjadi “Indonesia Modern Agriculture Company” yang mempekerjakan talenta-talenta terbaik negeri dengan produk-produk yang berkualitas.

Untuk mewujudkan hal itu, proses transformasi di PTPN pun senantiasa diikuti dengan upaya peningkatan kompetensi SDM di semua lini.

“Tak hanya itu, Kementerian BUMN bersama manajemen PTPN juga terus berupaya menguatkan kondisi keuangan perusahaan, didukung dengan penerapan teknologi yang modern dan efisien, meningkatkan riset dan pengembangan, serta mendorong terciptanya inovasi-inovasi bisnis lainnya,” kata Rini lewat keterangannya di Jakarta, Kamis (21/2), dikutip Antara.

Termasuk juga, tambah Rini, melakukan kerja sama strategis baik dengan BUMN dan swasta.

Rini menyampaikan hal itu di sela acara Lokakarya Nasional dan Deklarasi Transformasi Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara di Jakarta.

PTPN Grup merupakan Holding Perkebunan yang telah berdiri sejak 2014 dengan luas area perkebunan sekitar 800 ribu hektare (data 2017) yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Jumlah karyawan PTPN tercatat mencapai 115 ribu orang.

Menteri Rini menerangkan, transformasi dilakukan dengan beberapa langkah utama yang berfokus kepada komoditas perkebunan strategis nasional seperti kelapa sawit, karet, gula, teh, kopi dan kakoa.

PTPN juga sedang mengembangkan industri hilir yang berbasis komoditas utama dan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan nasional seperti minyak goreng dan biofuel/green diesel.

Langkah lainnya yakni, PTPN juga terus meningkatkan produktivitas melalui penerapan Industri 4.0 di operasional perusahaan, menjalankan praktik-praktik operasional perkebunan yang berkelanjutan, hingga meningkatkan eskpor produk perkebunan yang berkualitas kepada pangsa pasar regional dan global.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Dolly P Pulungan menambahkan, melalui proses transformasi tersebut, ke depan PTPN pun ditargetkan mampu memberikan nilai tambah kepada perekonomian nasional.

Di antaranya, berkontribusi sebesar Rp 37 triliun kepada GDP Indonesia setiap tahunnya, berkontribusi sebesar Rp 3 triliun kepada devisa dari ekspor setiap tahunnya.

Menurut dia, PTPN Grup juga akan berperan aktif dalam ketahanan energi melalui program green diesel (B20 – B100) dengan memaksimalkan sinergi dengan BUMN bidang energi.

“Kami pun senantiasa meningkatan kompetensi petani dan produktivitas perkebunan rakyat dengan memberi pelatihan-pelatihan dan pendampingan. Serta menyediakan lapangan kerja dari sektor hulu sampai hilir perkebunan,” ujar Dolly.