Menpar Yakin 20 Juta Wisman Tahun Ini, Dengan Border Tourism

Sejumlah wisatawan mengunjungi kawasan Pura Besakih di Karangasem, Bali, Senin (2/7). Kunjungan wisatawan ke kawasan Pura Besakih menurun 50 persen menjadi sekitar 400 pengunjung per hari pasca peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung beberapa hari terakhir.( Foto Antaranews Bali/Fikri Yusuf

IVOOX.id, Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya optimistis Indonesia akan dikunjungi 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini, salah satunya dengan pengembangan pariwisata di perbatasan atau border tourism.

“Kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara menjadi target yang harus dicapai Kementerian Pariwisata 2019. Strategi sudah disiapkan. Dan salah satu bidikan utama Kemenpar adalah border tourism,” kata Menpar Arief Yahya di Jakarta, Jumat (11/1).

Ia sangat optimistis target tersebut dapat tercapai sebab Border tourism sangat potensial.

“Border tourism menjadi salah satu senjata pamungkas Kementerian Pariwisata untuk merebut target 20 juta wisman di 2019 ini. Jika pada 2018 pariwisata perbatasan menyumbang 18 persen dari total kunjungan wisman, maka tahun ini ditargetkan naik menjadi 20 persen atau sekitar 3,4 juta dari total 20 juta target wisman,” ujarnya.

Border tourism dilakukan dengan menggarap pasar di wilayah perbatasan NKRI dan hal itu dianggap terbilang sangat realistis. Sebab, wisman dari negara tetangga memiliki kedekatan (proximity) secara geografis sehingga dengan kedekatan ini wisman lebih mudah, cepat, dan murah menjangkau destinasi di Indonesia.

Selain itu, mereka juga memiliki kedekatan kultural/emosional yang membuat border tourism lebih mudah didatangkan. Arief menambahkan, potensi pasar border tourism berada Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, PNG, maupun Timor Leste.

“Benchmark-nya ada di Eropa yang sukses memoles border tourism. Jumlah wisman di Prancis setiap tahun mencapai 80 juta wisman, atau Spanyol yang mencapai 85 juta wisman. Begitu juga dengan negara-negara kecil di Eropa yang memiliki jumlah wisatawan mencapai 10 juta karena ditopang oleh border tourism yang baik,” katanya.

Oleh karena itu, Kemenpar terus mengembangkan pariwisata perbatasan yang saat ini baru memberikan kontribusi sebesar 18 persen di Indonesia.

Salah satunya menciptakan kantung-kantung destinasi baru yang digerakkan melalui kegiatan pariwisata di perbatasan seperti di Atambua, Belu, NTT, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Selain itu juga di Aruk, Sambas, Kalbar, kemudian di Skow, Papua, Kepri, Batam, Bintan dan lainnya.

“Tentunya pada 2019 Kemenpar akan all out menggelar acara-acara festival dan musik di wilayah perbatasan sehingga dapat memaksimalkan kunjungan wisman di perbatasan,” kata Menpar, dikutip Antara.