Manchester United Kini Percaya Diri Jamu PSG

 

IVOOX.id, Manchester – Ketika Manchester United (MU) dipertemukan dengan Paris Saint-Germain (PSG) dalam undian babak 16 besar besar Liga Champions pada bulan Desember lalu, sepertinya tak ada yang memperhitungkan tim berjuluk “Setan Merah” tersebut.

MU terjebak dalam rutinitas yang membosankan di bawah pelatih Jose Mourinho. Di sisi lain, PSG menduduki posisi favorit. Namun, banyak yang telah berubah dalam dua bulan sejak itu. MU menatap laga leg pertama di Old Trafford, Rabu (13/2) dini hari WIB dengan 10 kemenangan dan sekali imbang sejak Ole Gunnar Solskjaer menggantikan Mourinho.

PSG harus mengatasi situasi absennya Neymar karena cedera dan tak akan bermain pada kedua leg. Edinson Cavani juga kemungkinan akan absen.

Banyak perubahan yang telah dilakukan Solskjaer untuk memberi MU harapan melaju ke perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam lima tahun.

Hal-hal yang dilakukan Solskjaer mungkin tampak sederhana, tetapi performa MU sangat kontras dengan pendekatan konservatif Mourinho yang membuat sejumlah bintang mahal lumpuh karena takut membuat kesalahan.

“Ini identitas yang bisa membuat kami menang, ini identitas untuk percaya diri. Kami ingin mengambil risiko. Kami ingin mengejar gol kedua, ketiga, dan keempat karena itulah cara kami melakukan sesuatu di Manchester United,” ujar Solskjaer kepada Sky Sports.

Hal yang mengkhawatirkan bagi PSG, bukan hanya permainan menyerang MU. Kemenangan atas Tottenham dan Arsenal dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan kecepatan MU saat melakukan serangan balik. Itu bisa menjadi kunci untuk memenangkan pertandingan melawan PSG.

Sementara Mourinho secara rutin menjatuhkan Paul Pogba, Solskjaer telah membangun timnya dengan mengandalkan pemain pemenang Piala Dunia asal Prancis itu, dengan hasil yang menakjubkan.

Pogba telah mencetak delapan gol dan memberikan lima assist dalam 10 pertandingan terakhirnya. “Sebelum pelatih datang saya berada dalam bayang-bayang, di bangku cadangan, dan saya menerimanya,” ujar Pogba. “Sangat menyenangkan bisa bermain lagi. Sekarang saya selalu tersenyum,” sambungnya.

Marcus Rashford diistirahatkan dalam laga melawan Fulham untuk membuatnya tetap segar menghadapi PSG. Pemain berusia 21 tahun itu tidak pernah dipercaya dengan dimainkan secara konsisten sebagai striker utama di bawah Mourinho. Kini Rashford telah mencetak enam gol dalam delapan kali menjadi starter.

Solskjaer kini menghadapi ujian sesungguhnya dalam membangkitkan MU. Sorakan makin menggema di tribun Old Trafford sejak kedatangan Solskjaer, bahkan saat berhadapan dengan tim lemah seperti Huddersfield, Bournemouth, Reading, Brighton dan Burnley. PSG adalah tim besar pertama yang bertandang saat MU bangkit dan dipastikan menghadapi kebisingan dari pendukung “Setan Merah”.

Di sisi lain, lawatan ke Old Trafford akan menjadi laga khusus Angel di Maria. Pemain asal Argentina itu hanya bertahan satu musim di MU dan dia akan membuktikan dirinya saat kembali ke Old Trafford sebagai pemain PSG.

Di Maria yang kini berusia 31 tahun memiliki peran penting bagi PSG di babak 16 besar karena absennya Neymar dan Cavani. Tanpa kedua striker utama tersebut akan menempatkan lebih banyak tanggung jawab pada Di Maria. PSG kini membutuhkan pemain yang mereka rekrut pada musim panas 2015, dua tahun sebelum Neymar dan Kylian Mbappe tiba di ibukota Prancis.

 

Perkiraan Formasi:

Manchester United 4-3-3

De Gea

Shaw, Lindelof, Jones, Young

Pogba, Matic, Herrera

Martial, Rashford, Lingard

Paris Saint-Germain 4-3-3

Areola

Kehrer, Silva, Kimpembe, Bernat,

Alves, Marquinhos, Draxler

Mbappe, Choupo-Moting, Di Maria (luthfi ardi)