Longsor, Pahami Penyebabnya dan Antisipasi Kejadiannya !

Ilustrasi: Ivoox Indonesia

IVOOX.id, Jakarta – Tiba-tiba tanah di ketinggian mendadak bergerak, longsor terjadi. Pahami penyebabnya, dan yang paling penting antisipasi kejadiannya !

Selama ini bencana dianggap sesuatu yang bersifat alamiah, mendadak dan tidak bisa dicegah. Akibatnya ketika terjadi bencana banyak masyarakat yang tidak siap sehingga mengakibatkan kerusakan besar bahkan kematian. Salah satunya bencana tanah longsor yang dapat mengubur manusia, ternak, rumah, lahan pertanian dan apapun yang ada di lokasi tanah longsor.

Longsoran merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Tanah longsor terjadi karena ada gangguan kestabilan pada tanah/batuan penyusun lereng.

Faktor Pengontrol Gangguan Kestabilan Lereng biasanya menjadi penyebab terjadinya longsor. Gangguan kestabilan lereng ini dikontrol oleh kondisi morfologi (terutama kemiringan lereng), kondisi batuan ataupun tanah penyusun lereng dan kondisi hidrologi atau tata air pada lereng.

BACA JUGA: Rawan Tsunami, Berikut Panduan Mitigasinya !

Meskipun suatu lereng rentan atau berpotensi untuk longsor, karena kondisi kemiringan lereng, batuan/ tanah dan tata airnya, namun lereng tersebut belum akan longsor atau terganggu kestabilannya tanpa dipicu oleh proses pemicu.

Proses Pemicu Longsoran dapat berupa :

  1. Peningkatan kandungan air dalam lereng.
  2. Getaran pada lereng akibat gempabumi ataupun ledakan, penggalian, getaran alat/kendaraan.
  3. Gempabumi pada tanah pasir dengan kandungan air sering mengakibatkan liquefaction.
  4. Peningkatan beban yang melampaui daya dukung tanah atau kuat geser tanah.
  5. Pemotongan kaki lereng secara sembarangan yang mengakibatkan lereng kehilangan gaya penyangga.

Waspadai tanda-tanda Utama Terjadi Tanah Longsor Daerah Rawan Tanah Longsor Munculnya retakan vertikal pada tebing. Munculnya air tanah secara tiba-tiba. Air sumur di sekitar tebing menjadi keruh. Adanya longsoran batu-batu kecil.

Ada beberapa ciri daerah yang rawan longsor :

  • Daerah dengan sejarah longsor.
  • Tebing yang tidak ditumbuhi pohon (gersang).
  • Daerah tempat mengalirnya air hujan.
  • Daerah dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun.

BACA JUGA: Ada Gempa Bumi ! Jangan Panik, Ini Yang Harus Dilakukan !

Mitigasi untuk mengurangi resiko terjadinya dan dampak longsor dapat dilakukan :

  1. Hindarkan daerah rawan bencana untuk pembangunan pemukiman dan fasilitas utama lainnya.
  2. Mengurangi tingkat keterjalan lereng permukaan maupun air tanah. (Fungsi drainase adalah untuk menjauhkan air dari lereng, menghindari air meresap ke dalam lereng atau menguras air ke dalam lereng ke luar lereng.
  3. Jadi drainase harus dijaga agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan air ke dalam tanah). Pembuatan bangunan penahan, jangkar (anchor) dan pilling.
  4. Terasering dengan sistem drainase yang tepat (drainase pada teras – teras dijaga jangan sampai menjadi jalan meresapkan air ke dalam tanah.
  5. Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanam yang tepat (khusus untuk lereng curam, dengan kemiringan lebih dari 40 derajat atau sekitar 80% sebaiknya tanaman tidak terlalu rapat serta diseling-selingi dengan tanaman yang lebih pendek dan ringan, di bagian dasar ditanam rumput).
  6. Mendirikan bangunan dengan fondasi yang kuat.
  7. Melakukan pemadatan tanah di sekitar perumahan.
  8. Pengenalan daerah rawan longsor. Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan (rock fall).
  9. Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air masuk secara cepat ke dalam tanah.
  10. Pondasi tiang pancang sangat disarankan untuk menghindari bahaya liquefaction (infeksi cairan).
  11. Utilitas yang ada di dalam tanah harus bersifat fleksibel. Dalam beberapa kasus relokasi sangat disarankan.

Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan menjadi kuci utama mitigasi bencana longsor. Ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan menjadi faktor utama penyebab bencana longsor.