Laju Rupiah di Pembukaan Terkuat di Antara Mata Uang Asia

IVOOX.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Senin (10/6), usai libur Lebaran, dengan penguatan paling meyakinkan di antara mata uang Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka menguat 0,49 persen menjadi Rp14.200 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa penguatan rupiah pagi ini sebagai imbas dari melemahnya dolar AS akibat potensi pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed.

“Kemungkinan pelemahan dolar AS masih berimbas pada penguatan Rupiah terhadap dolar AS pagi ini,” ujar Ariston seperti dilansir Bisnis.com.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang mayor lainnya bergerak menguat 0,21 persen menjadi 96,749. Selain itu, masih ada momentum dari kenaikan peringkat utang Indonesia oleh S&P sehingga mendorong rupiah untuk terus bergerak menguat.

Saat ini, pasar tengah menanti data inflasi dalam negeri untuk periode Mei yang akan dirilis hari ini.

Berdasarkan konsensus pasar yang dihimpun oleh Bloomberg, mayoritas ekonom memperkirakan data inflasi Indonesia akan menunjukkan harga konsumen naik 3,15 persen secara year on year, menjadi laju tercepat sejak November.

Sementara itu, inflasi inti diprediksi naik tipis menjadi 3,08 persen dibandingkan dengan bulan lalu sebesar 3,05 persen, terbesar sejak pertengahan 2017.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.120 per dolar AS hingga Rp14.380 per dolar AS pada perdagangan hari ini.