September 21, 2019

Emiten

Laba BTN Semester I-2016 Tumbuh 25,4 Persen

iVooxid, Jakarta - PT. Bank Tabungan Negara Persero Tbk tumbuh 25,4 persen pada semester I 2016 menjadi Rp1,04 triliun, ditopang naiknya saluran kredit sebesar 18.39 persen, meskipun sebenarnya marjin bunga bersih turuntipis.

"NIM (Markin Bunga Bersh) kita memang turun, dari 4,73 persen ke 4,65 persen," kata Dirut BTN Maryono dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (25/7/2016).

Turunnya NIM juga sejalan dengan efisiensi yang dilakukan perseoran terutama dalam penyesuaian suku bunga. Dampak dari efisiensi, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga turun menjadi 84,7 dari 85,4 persen, yang semakin mengurangi biaya dana (cost of fund).

Sementara, laba ditopang dengan meningkat drastisnya volume kredit yang disalurkan, meskipun NIM turun. Di semester I 2016, kredit BTN terealisasi Rp149,3 triliun dari Rp126 triliun atau terangkat 18,39 persen.

Maryono mengatakan naiknya volume kredit itu yang telah mengangkat laba perseroan. Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) BTN di semester I ini naik 15,7 persen atau Rp3,6 triliun.

"Sementara pendapatan lain-lain kita dari non bunga, misalnya juga dari pendapatan komisi, (pendapatan non-bunga) tumbuh 12,5 persen menjadi Rp584 miliar," ujar dia.

Maryono mengatakan kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi pasar utama BTN. Perseroan menguasai 31,7 persen pangsa pasar KPR jika berdasarkan data terakhir di Maret 2016.

Sedangkan KPR BTN, kata Maryono, tumbuh 20,2 persen menjadi Rp135,7 triliun pada semester I 2016. Di sektor lainnya, atau kredit non perumahan tumbuh 2,64 persen menjadi Rp13,5 triliun.

"Untuk perumahan, rinciannya Kredit subsidi sebesar Rp49,8 triliun atau tumbuh 31,18 persen, dan kredit non subsidi 14,88 persen menjadi Rp57,158 Triliun pada semester I," tuturnya.

BTN memproyeksikan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun mencapai 19-20 persen. Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL) BTN juga ditekan turun dari 3,37 persen menjadi 2,23 persen.

"NPL turun karena sejak awal tahun kita sudah siapkan program restrukrisasi kredit dan penanganan kredit bermasaah," ujar Direktur BTN, Sulis Usdoko.

Di sisi lain, Dana pihak ketiga (DPK) BTN meningkat 17,29 persen menjadi Rp134,5 triliun. Dengan capaian kredit dan DPK tersebut, aset BTN menjadi Rp189,5 triliun atau tumbuh 21 persen.

Akibat DPK dan kredit itu pula, Rasio Kecukupan Modal Inti (Capital Adequancy Ratio/CAR) BTN naik jadi 22,07 persen dari 14,7 persen. [ant]

0 comments

    Leave a Reply