Korut Cemburu, Akibat Korsel Latihan Bersama AS

IVOOX.id, Jakata – Korea Utara tiba-tiba membatalkan pembicaraan dengan Korea Selatan yang dijadwalkan Rabu (16/5/2018), dan mengancam akan meninggalkan pembicaraan dengan AS.

Dilansir reuters, Kantor Berita Pusat yang dikelola pemerintah Korea Utara mengatakan bahwa latihan militer bersama yang dilakukan antara AS dan Korea Selatan adalah “provokasi” dan persiapan untuk invasi, menurut pemberitaan Korea Selatan, Yonhap.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan menerima faks Rabu dari kepala delegasi Korea Utara untuk perundingan tingkat tinggi, yang mengatakan negaranya “tanpa batas membatalkan pembicaraan tingkat tinggi antar-Korea” karena latihan militer.

“Oleh karena itu, pembicaraan tingkat tinggi antar-Korea tidak akan terjadi hari ini dan respon pemerintah Korea Selatan akan diumumkan setelah diskusi di antara kementerian terkait,” kata Kementerian Unifikasi.

Langkah itu dilakukan saat Presiden AS Donald Trump bersiap untuk bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam KTT yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sekretaris pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan: “Kami mengetahui laporan media Korea Selatan. Amerika Serikat akan melihat apa yang Korea Utara telah katakan secara independen, dan terus berkoordinasi erat dengan sekutu kami.”

The Associated Press, mengutip Yonhap, melaporkan Korea Utara juga mengancam akan membatalkan pembicaraan dengan AS karena latihan militer bersama.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan belum menerima informasi dari Korea Utara tentang ancaman untuk membatalkan KTT Juni antara Trump dan Kim, menurut laporan Reuters.

“Kim Jong Un mengatakan sebelumnya bahwa ia memahami kebutuhan dan kegunaan Amerika Serikat dan Republik Korea melanjutkan latihan bersama,” kata Heather Nauert, juru bicara Departemen Luar Negeri, dalam taklimat sesaat setelah pengumuman Korea Utara.

Departemen akan terus merencanakan KTT, yang saat ini dijadwalkan akan diadakan di Singapura pada 12 Juni.

Pentagon membela latihan militer dalam pernyataan dari juru bicara Departemen Pertahanan, Kolonel Angkatan Darat AS, Rob Manning, pada hari Selasa.[dra]