September 21, 2019

Kongres AS Sepakat Jaga Pemerintah Tetap Beroperasi, Wall Street Naik

IVOOX.id, New York - Indeks di Bursa Wall Street naik pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena pasar didorong oleh kesepakatan tentatif anggota parlemen AS untuk menjaga pemerintah tetap beroperasi dan pernyataan positif Ketua Federal Reserve AS (Fed) Jerome Powell tentang ekonomi negara itu.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 372,65 poin atau 1,49 persen, menjadi berakhir di 25.425,76 poin. Indeks S&P 500 bertambah 34,93 poin atau 1,29 persen, menjadi ditutup di 2.744,73 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 106,71 poin atau 1,46 persen, menjadi 7.414,62 poin.

Saham Under Armor naik hampir 4,5 persen di sekitar bel penutupan, karena pembuat pakaian olahraga AS itu melaporkan laba kuartal keempat yang cerah mengalahkan perkiraan Wall Street.

Sebagian besar saham-saham unggulan atau blue chips di Dow mencatatkan kenaikan kuat sepanjang hari, yang membantu mengurangi kerugian Dow sehari sebelumnya.

Saham pembuat peralatan AS, Caterpillar dan raksasa kimia AS, DowDuPont, masing-masing naik hampir 3,0 persen dan lebih dari 2,6 persen, memimpin para peraih keuntungan.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P memperpanjang kenaikan mereka pada perdagangan Selasa (12/2), dengan sektor material naik lebih dari 2,0 persen, memimpin kenaikan.

Demokrat dan Republik mencapai kesepakatan sementara tentang pendanaan keamanan perbatasan pada Senin (11/2) malam, yang telah mengangkat sentimen-sentimen pengambilan risiko (risk-on) para investor.

Sementara itu Ketua Fed Jerome Powell mengatakan dalam sebuah forum di Mississippi pada Selasa (12/2) bahwa negara itu sedang terus melihat pertumbuhan ekonomi yang solid, menurut laporan media.

Di bidang ekonomi, lowongan pekerjaan AS meningkat menjadi 7,3 juta pada Desember 2018, dibandingkan dengan hampir 6,9 juta pada November, Biro Statistik Tenaga Kerja mengatakan dalam laporan JOLTS pada Selasa (12/2).

Laporan, yang melacak perubahan bulanan dalam lowongan kerja, perekrutan dan pemutusan hubungan kerja, merupakan indikator penting untuk mengukur kekuatan pasar tenaga kerja AS. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.(Antara)

0 comments

    Leave a Reply