Kinerja Keuangan Emiten Konstruksi dan Perbankan Bakal Topang IHSG

IVOOX.id, Jakarta – Efek dari turunnya bursa saham global dan regional semalam, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (13/3/2018) berada dalam tekanan negatif.

“Koreksi turun harga komoditas akan menekan saham-saham sektor tambang yang kemarin menguat,” kata David Sutyanto, Head of Research Ekuator Swarna Sekuritas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Namun, kata David, rilis laporan keuangan yang positif pada sejumlah emiten seperti konstruksi dan perbankan dapat menopang indeks. “IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.450-6.540,” ujarnya.

Membuka awal pekan kemarin, IHSG berhasil rebound seiring dengan meredanya tekanan jual akibat sentimen rilis laba tahun 2017. IHSG kemarin berhasil tutup di 6.500,686 atau menguat 67,364 poin (1,05%).

“Selain karena faktor rilis laba, sentimen positif juga berasal dari luar di mana kawasan Asia yang kondusif dan Dow Jones berhasil menguat sebagai respons atas data tenaga kerja AS yang positif dan rebound harga sejumlah komoditas energi dan logam,” papar dia.

Sektor Tambang menjadi motor utama penguatan IHSG kemarin. Asing pun mencatatkan pembelian bersih pada sejumlah saham sebesar Rp110 miliar.

“Rilis laba 2017 sejumlah emiten dan antisipasi atas pembagian dividen tunai menjelang RUPS Tahunan sejumlah emiten sektoral turut andil dalam penguatan kemarin,” tuturnya.

Sementara Wall Street semalam dilanda aksi profit taking setelah dalam seminggu terakhir menguat. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,62% dan 0,13% di 25.178,61 dan 2.783,02. Indeks Nasdaq berhasil menguat 0,36% di 7.588,32.

Harga komoditas tadi malam juga terkoreksi setelah akhir pekan lalu berhasil menguat. Harga minyak mentah tadi malam di AS koreksi 1% di US$61,36 per barel. “Investor kembali fokus pada kebijakan tarif Trump yang bisa memicu ‘perang dagang’ dan mengantisipasi rilis inflasi Selasa ini,” imbuhnya. (jaw)