Ketua KPK: Uang Yang Disita Dalam OTT Rommy Tidak Banyak

IVOOX.id, Jakarta - Ketua KPK Agus Rahardjo mengakui bahwa uang yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ketua Umum Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy tidak banyak.

Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) didampingi Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri), dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah (kanan) memberikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap anggota dewan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (5/5/2018). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso) (

IVOOX.id, Jakarta – Ketua KPK Agus Rahardjo mengakui bahwa uang yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ketua Umum Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy tidak banyak.

“Uangnya tidak banyak, tapi saya belum terima laporan lengkap, tapi yang perlu dicatat itu bukan pemberian yang pertama karena sebelumnya juga yang bersangkutan pernah memberikan,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK Jakarta, Jumat (15/3), seperti dilansir Antara.

KPK mengamankan 6 orang pada pagi ini di Jawa Timur, salah satunya adalah penyelenggara negara yaitu Ketua Fraksi PPP sekaligus anggota Komisi XI DPR Romahurmuziy alias, 2-3 orang pejabat Kemenag, satu staf penyelenggara negara dan satu orang dari swasta.

Meski demikian, Agus belum mengonfirmasi status hukum Rommy.

“Saya belum bisa mengkonfirmasi itu ya, tapi tunggu saja sebentar kalau yang dibawa katanya memang ada, tapi statusnya kita belum tahu karena masih menunggu pemeriksaan.,” tambah Agus.

Agus hanya mengonfirmasi penerimaan suap itu terkait dengan promosi jabatan.

“Terkait dengan suap yang terkait dengan promosi jabatan untuk menjabat tertentu kemudian yang bersangkutan menerima suap,” ungkap Agus.

Sedangkan mengenai modus penerimaan suap itu, Agus belum menjelaskannnya.

“Kita tunggu saja karena terus terang pemeriksaannya belum selesai. Anda tunggu saja kemudian kita nanti malam atau besok akan konpers mengenai ini,” ungkap Agus.

Agus mengaku bahwa KPK menerima laporan masyarakat yang kemudian diverifikasi.