Kapolri Perkenalkan Film 22 Menit ke Presiden

IVOOX.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memperkenalkan film 22 Menit dalam sambutannya pada perayaan HUT Bhayangkara ke-72, di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

Kepala BKPM Thomas Lembong dan Kapolri Tito Karnavian (Foto: Istimewa)

IVOOX.id, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian  memperkenalkan film 22 Menit  dalam sambutannya  pada  perayaan HUT Bhayangkara ke-72,  di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

“Pada tanggal 19 Juli 2018, akan mulai ditayangkan secara serentak di seluruh jaringan bioskop XXI di Tanah Air, film dengan judul 22 Menit,” kata Tito.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini berharap, film tersebut memberi pesan kepada masyarakat tentang bahaya terorisme. Tito berharap, dengan film ini, masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kebersamaan dalam menghadapi kejahatan terorisme.

“Melalui film ini, Polri hendak menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang bahaya terorisme, sekaligus mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kewaspadaan dan kebersamaan dalam penanggulangan terorisme di Indonesia,” ujar Tito.

Seperti diketahui, Film ‘22 Menit’ bercerita tentang Ardi (Ario Bayu), seorang polisi yang bersama dengan satuan kepolisiannya berhasil meringkus pelaku dan menetralisir suasana pasca ledakan dalam waktu 22 menit saja. Film ini  dibintangi oleh Ade Firman Hakim, Ence Bagus, Hana Malasan dan Taskya Namya.

Pembuatan film yang terinspirasi dari kejadian nyata banyak dilakukan oleh sejumlah studio di Hollywood. Contohnya ada film ‘Deepwater Horizon’ yang merupakan dramatisasi bencana meledaknya tambang minyak di Teluk Meksiko, dan film ‘Patriots Day’ yang terinspirasi dari serangan bom teroris pada saat pelaksanaan lari marathon di kota Boston, Amerika Serikat.

Bagi sutradara Eugene dan Myrna Paramita Pohan, film ‘22 Menit’ punya misi lebih dari sekadar menghibur. Mereka berharap film ini bisa mengobarkan semangat keberanian untuk warga Indonesia untuk menolak penyebaran jaringan terorisme.