Kans MU Belum Tertutup, Syaratnya Harus Maksimal di Semua Lini

 

IVOOX.id, Barcelona – Laga leg kedua perempat final Liga Champions antara tuan rumah Barcelona kontra Manchester United (MU) di Stadion Camp Nou digelar Rabu (17/4) dini hari WIB, bakal sengit.

Kekalahan 0-1 pada leg pertama di Stadion Old Trafford membuat MU berada dalam kondisi yang tak menguntungkan. Untuk lolos, MU harus menang di kandang Barcelona minimal dengan margin 2-0.

Tentu hal itu bukanlah pekerjaan mudah, meski juga bukan hal yang mustahil. Sebagai tim “underdog” MU tetap memiliki kans untuk melaju di pentas Liga Champions. Untuk menumbangkan Barcelona di Camp Nou, skuat Ole Gunnar Solskjaer harus garang di lini tengah dan mampu memaksimalkan sekecil peluang apapun di depan gawang lawan.

Seperti dikutip Marca, kunci MU mengalahkan Barcelona di antaranya lini depan mereka harus berani memberikan tekanan sekaligus menguji kemampuan bek sentral Barca, Gerard Pique dan Clement Lenglet yang menjadi palang pintu pertahanani utama tim Catalan tersebut.

Pique dan Lenglet adalah figur penting di pertahanan Barcelona. Di Camp Nou, pasukan Ole Gunnar Solskjaer harus memberikan tekanan fisik kepada duo bek dari Blaugrana tersebut. Penyerang MU seperti Marcus Rashford harus bisa memanfaatkan kecepatan untuk melewati Pique dan Lenglet dan menghasilkan gol.

Selain itu, MU juga harus garang di lini tengah. Scott McTominay dan Fred tampil luar biasa dalam leg pertama dengan membatasi pergerakan Ivan Rakitic dan Arthur Melo harus kembali mengendalikan sektor ini. Lini tengah menjadi salah satu dari beberapa posisi yang membuat MU sukses menahan gempuran Barcelona. Tanpa suplai dari Rakitic dan Melo, Lionel Messi dimungkinkan tak akan maksimal.

Dengan menempatkan lima gelandang seperti pada leg pertama adalah salah satu opsi meredam permainan mengalir Barcelona dengan melakukan pressing setiap lawan memegang bola.

Pada leg pertama, Marc-Andre ter Stegen mampu mengendalikan setiap situasi yang terjadi di depan gawangnya. Namun, MU membuang banyak energi untuk memberikan tekanan buat kiper asal Jerman itu.

Para pemain MU harus disiplin pada posisi masing-masing dan membiarkan tuan rumah menjaga bola antara Ter Stegen, Pique, Jordi Alba untuk waktu yang lama. Tujuannya, untuk menghemat energi yang bisa dipakai untuk kembali membuat peluang lain.

Selain itu, MU harus mampu menciptakan banyak peluang kendati tidak menciptakan tembakan ke gawang.  Dalam pertemuan kedua, MU kemungkinan tidak akan mendapatkan banyak peluang. Oleh karena itu, ketika mendapat peluang “Setan Merah” jangan sampai menyia-nyiakannya. Kreativitas MU di tangan Solskjaer dapat mendukung penciptaan peluang sekaligus penyelesaian akhir timnya. (luthfi ardi)