Impor Beras Catatan Minus di Awal Tahun

Ivooxid, Jakarta – Masyarakat terkejut, Impor Beras Menjadi Catatan Minus di Awal Tahun. awal tahun ini harga cabai terus merangkak naik. Kemudia harga beras pun ikut merangkak naik.

Harga beras medium mencapai Rp 13.000. Harga tersebut melebihi batas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 9.450 per kilogram.

Hal ini tentu saja mengejutkan masyarakat. Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono Kamino saat berkunjung di Kecamatan Sale, Rembang, Kamis (28/12/17) sore. (dikutip dari detik.com) mengungkapkan,  Luas tambah tanam (LTT) pada masa tanam Juli-September 2017 mencapai 1,1 juta hektare, termasuk kontribusi dari Jateng. Menurutnya, capaian tersebut terbaik dalam 33 tahun terakhir selama dirinya berkarir di Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

“Stok serapan 2,1 juta dan over yang ada di gudang bulog kita aman sampai April-Mei. Jadi tidak perlu kekhawatiran harus impor. Gudang cukup dan bulog berupaya juga,” imbuhnya.

Begitu juga proyeksi 2018. Tahun ini ada tambahan kurang lebih 400 ribu hektar,” kata Amran Sulaiman, Menteri Pertanian di Jakarta, Kamis (14/12/2017). Pada Oktober telah memasuki musim hujan, sehingga pada Januari akan terjadi panen. “Oktober hujan berarti tanam kan, berarti Desember sudah panen, apalagi Januari. Kita tahu kalau kondisi cuaca normal, itu panen memasuki puncak Februari karena kondisi iklim normal,” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (11/1).
Hujan deras melanda sejumlah daerah. Namun, Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis panen raya padi pada Januari 2018 nanti bisa berjalan lancar. Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, ada tambahan 400.000 hektare lahan tahun ini.

Masyarakat menerima informasi bahwa kondisi stok beras kita aman. Proyeksi kedepanya pun sangat cerah. Namun yang terjadi di awal tahun ini harga beras terus meroket tak terbendung. Puncaknya malam tadi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita Mengumumka Pemerintah akan mengimpor beras.

“Saya sampaikan tidak mau mengambil risiko kekurangan pasokan. Saya mengimpor beras khusus. Beras yang tidak ditanam di dalam negeri,” ujar Enggartiasto dalam paparan di Kementerian Perdagangan, Kamis malam (11/1/2017).

Permasalahanya selalu bermuara pada Kementerian Perdagangan yang kurang cakap mengelola tata kelola niaga beras. Pengamat masalah pertanian Dr Gede Sedana menilai, kebijakan pemerintah yang masih melakukan impor beras sangat merugikan petani dan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian nasional.

Kementerian perdagangan dinilai kurang kreatif dalam mengelola perdagangan beras. Rizal Ramli Mantan Koordinasi Bidang Perekonomian di era Gus Dur mengungkapkan, “Jaga food price itu sederhana. Kita anggap beras seperti valuta. Stok kita cuma 2 juta ton beras, bagaimana bisa menstabilkan pasar beras yang kebutuhannya 25 juta ton. Kita buat pusat informasi dari pasar-pasar beras di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras. Karena ketidakpastian harga bisa menjatuhkan rezim penguasa. Hal ini diungkapkan oleh Rizal Ramli dalam diskusi di stasiun TV One Selasa malam yang lalu.

Pemerintah harus menyelesaikan persoalan ini. Hal ini menjadi raport merah bagi kementerian perdagangan di awal tahun 2018. Ini dapat menjadi beban bagi Jokowi dalam tahun politik yang sedang berlangsung.

LEAVE A REPLY