IKOHI Pastikan Prabowo Terlibat Penculikan Aktivis 98

IVOOX.id, Jakarta — Salah satu korban penculikan Aktivis 98, Faisol Reza, menegaskan kejadian penculikan aktivis nyata pada 1998. Hal tersebut menyusul pernyataan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang menyebut keterlibatan Prabowo Subianto dalan kejadian ini hoaks.

“Kalau dikatakan Prabowo tidak pernah menculik, apa yang kita alami selama ini adalah hoaks, saya disiksa, Aan disiksa, Andi Arief juga disekap itu hoaks, termasuk Pak Mardani yang mencoba menghapus sejarah itu, mudah-mudahan dia mendapatkan ampunan dari Tuhan,” ujar Faisol dalam konferensi pers Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI), di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (13/3).

Faisol menjelaskan dalang di balik kejadian tersebut sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat. Prabowo dikeluarkan dari satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) karena terlibat kasus pelanggaran HAM terkait penculikan aktivis 1998.

“Bahwa sudah tau pelanggaran HAM, pelakunya dikeluarkan dari TNI, kita semua tau siapa. Saya ingin menambhakan siapa pun yang memerintahkan tentunya pelaku akan bertanggung jawab,” tuturnya.

Lebih lanjut, anggota DPR Komisi XI tersebut tidak segan-segan akan melakukan langkah tegas. Ia bakal terdepan menyampaikan fakta sebenarnya.

“Kalau dia mau menyampaikan lagi, tugas saya dan teman-teman akan saya tuntut, apa yang dia sampaikan,” tegasnya.

Selain itu, ibu kandung Faisol, Marufah pun tidak mau tinggal diam. Ia mencoba mematahkan pernyataan bahwa penyiksaan aktivis 98 hanya hoaks.

Ia juga menjadi saksi hidup ketika melihat keadaan anaknya pulang ke rumah dengan kondisi yang memprihatikan. Pasalnya, hal tersebut dilakukan oleh tim mawar Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Selama tiga bulan menghilang dan akhirnya pulang, Faisol tidak pernah menceritakan kisah pedih kepada ibunya. Marufah baru mengetahui cerita kejadian tersebut dari anaknya yang lain saat diceritakan oleh Faisol.

“Saya lihat wajahnya tidak karuan, rambutnya berdiri, tubuhnya banyak luka, dia tidak pernah cerita siksaan Prabowo sampai sekarang. Dia ceritakan ke adik- adiknya, luka di tubuh sundutan rokok, yang paling berat adalah ditidurkan di balok es, dalam keadaan telanjang,” tuturnya.

Tidak berhenti di sana, akibat peristiwa tersebut psikologis Faisol sempat terganggu. Terlebih keberadaanya di rumah dipantau intel.

“Dia tidak mau meletakan kakinya di atas ubin kalau duduk, ada kucing loncat kagetnya setengah mati,” kata Marufah.

Kendati demikian, Marufah bersyukur dapat melihat anaknya sehat. Bahkan saat ini Faisol menduduki kursi DPR Komisi XI dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.

Singkat cerita ia pun tidak merekomendasikan dalang dari penculikan aktivis 98 menjadi pemimpin Indonesia.

“Itu cerita Fasiol Reza, karenanya jangan pilih Prabowo, pilihlah orang yang memiliki latar belakang yang baik,” pungkas Marufah.

Sebelumnya, pada Januari 2019, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyebutkan tuduhan Prabowo Subianto terlibat kasus penculikan pada 1998 merupakan kabar bohong. Bahkan ia justru prihatin dengan pihak-pihak yang kerap menyeret nama Prabowo sebagai dalang penculikan aktivis 1998.

Isu Prabowo terlibat dalam penculikan aktivis 1998 diklaim kabar yang belum terbukti kebenarannya. Dia meminta masyarakat untuk tidak begitu saja percaya dengan isu tersebut. (Adhi Teguh)

LEAVE A REPLY