IHSG Dibuka Menguat 0,16%, Apresiasi Kemajuan Negosiasi AS-China

IVOOX.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (14/2), dibuka menguat seiring kemajuan negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan China.

IHSG menguat 10,02 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.429,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,51 poin atau 0,25 persen menjadi 1.006,69

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis, mengatakan, pasar global masih berlanjut positif menyusul kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-Cina, serta meredanya kekhawatiran tentang kembali penutupan pemerintahan AS (government shutdown).

“Sentimen global yang diperkirakan dapat mendorong membaiknya pasar saham dunia hari ini terutama Asia, akan membuka peluang bagi IHSG bergerak positif,” ujar Alfiansyah, dikutip Antara.

Presiden China Xi Jinping berencana untuk bertemu dengan para pejabat tinggi AS di Beijing pekan ini. Xi akan bertemu dengan para pejabat AS, termasuk Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin, pada hari Jumat (15/2). Pertemuan diharuskan mencapai kesepakatan sebelum batas waktu 1 Maret 2019 yang ditetapkan oleh Donald Trump. Meskipun Trump mengatakan terbuka untuk memperpanjang tenggat waktu itu.

Menurut Alfiansyah, upaya AS dan Cina untuk pembicaraan perdagangan tersebut mengalami kemajuan dan dapat memberikan optimisme yang positif bagi pasar.

“Indeks saham domestik ini juga akan didukung pernyataan JP Morgan yang menilai pasar saham Indonesia akan menjadi salah satu negara di emerging market dengan pertumbuhan dua digit pada tahun ini setelah tahun lalu melewati masa yang menantang,” kata Alfiansyah.

Hingga pukul 10.04 WIB, IHSG masih berada di zona hijau. IHSG menguat 1,93 poin (0,03 persen) ke posisi 6.421,05.

Sementara itu, bursa regional di antaranya, indeks Nikkei menguat 10,96 poin (0,05 persen) ke 21.155,44, indeks Hang Seng melemah 170,52 poin (0,6 persen) ke 28.327,07, dan Straits Times melemah 2,82 poin (0,09 persen) ke posisi 3.241,95.