Fed Pertahankan Suku Bunga, Peluang Penguatan Obligasi Domestik Tertekan

IVOOX.id, Jakarta – Kembali meningkatnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (US Treasury) seiring pernyataan The Fed yang tidak merubah suku bunganya, namun masih memungkinkan kenaikan berkala sesuai dengan rencana The Fed diperkirakan dapat menghalangi potensi pasar obligasi dalam negeri sehingga berpeluang kembali melemah.

“Namun demikian, diharapkan pelemahan masih dapat terbatas. Termasuk juga rupiah yang diharapkan hanya melemah terbatas sehingga tidak terlalu menekan pasar obligasi dalam negeri,” ujar Reza Priyambada, Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) di Jakarta, Jumat (9/11).

Reza menyarankan agar pelaku pasar tetap mencermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali.

Menurut dia, meski sebelumnya pergerakan USD kembali menguat dan membuat rupiah berbalik melemah, namun tidak menghalangi pergerakan pasar obligsi dalam negeri untuk kembali menguat kemarin. “Pelaku pasar masih melakukan aksi belinya,” ungkap Reza.

Reza mencatat, untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 8,28 bps, tenor menengah (5-7 tahun) turun 11,60 bps, dan panjang (8-30 tahun) turun 12,94 bps.

FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 91,752% memiliki imbal hasil 7,827% atau naik 0,001 bps dari sebelumnya di harga 91,75% memiliki imbal hasil 7,83%.

FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 91,72% memiliki imbal hasil 8,37% atau turun 0,19 bps dari sehari sebelumnya di harga 89,97% memiliki imbal hasil 8,57%.

Kemarin, rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,78 bps di level 108,38 dari sebelumnya di level 107,53. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,32 bps di level 104,87 dari sebelumnya di level 104,54.

Pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,16% dari sebelumnya di level 8,15% dan US Govn’t bond 10Yr di level 3,23% dari sebelumnya di level 3,20% sehingga spread di level kisaran 492,7 bps lebih rendah dari sebelumnya 495.

Imbal hasil obligasi korporasi dengan tenor 9-10 tahun pergerakannya kembali turun. Pada rating AAA bergerak di kisaran level 9,82%-9,86%. Pada rating AA di kisaran 10,32%- 10,33%. Lalu rating A di kisaran 11,82%-11,93%, dan pada rating BBB di kisaran 14,35%-14,60%.