September 21, 2019

Dollar Mahal, Begini Jurus Liburan ke Luar Negeri Supaya Tetap Nyaman

IVOOX.id, Jakarta - Mau pergi ke luar negeri di kala harga dollar AS mahal? Memang menyebalkan, sih. Tapi, masih ada jurus mudah supaya bujet liburan kamu tidak bengkak karena mahalnya dollar.

Hari-hari ini, pemberitaan berbagai media nasional di halaman bisnis atau ekonomi, tidak jauh dari cerita tentang kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Pelemahan rupiah terhadap the greenback, demikian istilah lain dollar AS, memang mencemaskan. Betapa tidak? Perlahan tapi pasti, otot rupiah terus melemah dan menerbangkan harga dollar AS hingga mendekati Rp14.500.

Dalam setahun terakhir, nilai tukar rupiah terhadap mata uang negeri Donald Trump itu sudah melemah sekitar 6%. Tak ayal, rupiah yang terus melemah membuat pasar keuangan cukup terguncang. Imbas lain yang juga muncul adalah kejatuhan pasar saham dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga harga-harga reksadana.

Moneysavers mungkin bertanya-tanya mengapa harga dollar AS terus melambung tinggi. Ada banyak penjelasan yang bisa kamu dapatkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ada beberapa penyebab mengapa otot rupiah terus melemah melawan dollar AS.

Pertama, kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, menaikkan bunga acuan. Perekonomian negeri paman sam yang sempat kolaps satu dekade silam, perlahan terus bangkit dan menunjukkan perbaikan. Angka pengangguran di negeri tersebut terus berkurang hingga ke level 3,8% saja, terendah dalam 18 tahun terakhir.

Di sisi lain, daya beli masyarakat Amerika juga terus membaik, terindikasi dari laju inflasi mereka yang merangkak ke kisaran 2%. Dua hal itu memberi alasan yang cukup bagi The Fed selaku otoritas moneter di negeri tersebut untuk menempuh kebijakan kenaikan bunga acuan untuk mengendalikan perekonomian. Kenaikan bunga The Fed sudah terjadi dua kali selama semester 1 tahun 2018. Para analis ekonomi memprediksi, The Fed masih berpeluang mengerek lagi bunga acuan mereka di sisa tahun ini.

Bunga acuan AS yang meningkat tak ayal membuat dana para pemodal global terpikat dengan aset dollar AS. Dana pemodal asing yang tadinya parkir di pasar negeri berkembang (emerging markets) seperti Indonesia, angkat kaki memburu aset dollar AS. Inilah yang membuat tekanan terhadap nilai tukar rupiah menghadapi dollar AS. Sebenarnya bukan hanya rupiah, sih, yang tertekan oleh dollar AS. Hampir semua mata uang di dunia melemah melawan dollar AS.

Kedua, meningkatnya ketidakpastian global buntut dari memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Ketegangan hubungan AS dan China berawal dari langkah Donald Trump, presiden AS, mengenakan tarif impor bagi berbagai produk China senilai US$50 miliar. Ini dilakukan Trump menyusul kenaikan tingkat defisit perdagangan AS terhadap China yang menembus US$375 miliar pada tahun 2017.

Langkah berani Trump itupun dikecam oleh China. Maklum, Amerika saat ini adalah pasar utama produk China di mana nilai ekspor China ke Amerika Serikat mencapai 19%, terbesar dibandingkan ekspor mereka ke negara-negara yang lain. Alhasil, sebagai langkah tandingan, China pun membalas AS dengan mengenakan tarif impor baru bagi 128 produk dari AS dengan nilai total sekitar US$3 miliar. Dunia pun terantuk ketidakpastian baru akibat perang dagang dua negara besar itu.

Ketiga, kondisi defisit neraca perdagangan di mana nilainya mencapai US$2,83 miliar hingga bulan Mei year-to-date. Cadangan devisa juga terus tergerus karena tekanan terhadap rupiah yang terus menerus berlangsung.

Tiga faktor tersebut membuat otot rupiah melemah cukup signifikan terhadap dollar AS. Bagi para pengusaha, pelemahan rupiah yang terus berlanjut mau tidak mau akan diikuti dengan penyesuaian harga jual produk mereka. Terlebih bila bahan baku produk banyak yang harus dibeli dari luar negeri memakai dollar AS. Risiko inflasi atau kenaikan harga akibat faktor rupiah pun menjadi semakin besar.

Nah, bila kamu saat ini tengah berencana pergi ke luar negeri untuk liburan atau keperluan, tentu saja mahalnya dollar AS bisa memengaruhi kecukupan anggaran kamu. Jangan khawatir, masih banyak jurus yang dapat kamu tempuh supaya harga dollar AS yang kian mahal tidak memberatkan isi kantong kamu. Dus, acara bepergian ke luar negeri pun bisa kamu lakukan dengan nyaman sesuai rencana.

Jurus berhemat saat bepergian ke luar negeri saat dollar mahal

Bila kamu memiliki rencana pergi ke luar negeri tahun ini, kabar pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tentu membikin kesal. Anggaran yang tadinya cukup dengan asumsi kurs sebelumnya, bisa jadi kini jadi membengkak.

Tidak perlu patah arang dulu. Masih ada banyak trik yang bisa kamu terapkan supaya perubahan kurs dollar AS yang kian mahal tidak membuat rencana bepergian kamu berantakan. Simak beberapa tips berikut ini:

1. Ubah negara tujuan

Apabila masih memungkinkan untuk mengubah tujuan negara yang akan kamu kunjungi, mengapa tidak? Kamu bisa memilih bepergian ke negeri-negeri di mana nilai tukar mata uang mereka terhadap rupiah tidak terlalu mahal atau masih terjangkau oleh isi kocek kamu. Langkah ini paling masuk akal ketimbang memaksakan pergi dengan kondisi anggaran traveling yang mepet.

Masih banyak, kok, negeri tujuan lain yang menarik untuk destinasi wisata. Misalnya, negeri-negeri di kawasan Asia Timur, Asia Selatan, dan lain sebagainya. Bila ingin sedikit lebih jauh ke benua Eropa atau Amerika, kamu bisa menimbang ke negeri yang tidak memakai dollar AS sebagai mata uang utama.

2. Atur ulang budget dan iterinary

Bagaimana bila destinasi traveling sudah tidak bisa diubah? Tiket pulang pergi sudah dibeli. Jadi, dollar mahal atau murah, akan mubazir bila kamu tidak jadi berangkat. Tenang, kamu masih bisa berhemat dengan mengecek lagi pengaturan budget selama bepergian dan penyesuaian iterinary.

Anggaplah tadinya kamu hendak berkeliling hingga ke 10 tempat selama sekian hari di tempat tujuan tersebut. Kamu bisa mengubahnya menjadi 6 tujuan saja sehingga kebutuhan pengeluaran selama di negara tujuan bisa kamu kurangi.

3. Manfaatkan promo kartu kredit

Promo kartu kredit bisa cukup membantu penghematan bila kamu jeli memanfaatkannya. Jadi, sebelum berangkat kamu bisa mengecek apa saja promo yang dapat kamu gunakan selama di negeri asing. Biasanya, penerbit kartu kredit memiliki program khusus yang berisi promo-promo spesial untuk transaksi di luar negeri.

4. Manfaatkan jaringan pertemanan

Kamu punya teman baik di tempat tujuan? Mengapa tidak mencoba menghubunginya? Siapa tahu teman kamu bisa membantu keperluan kamu selama di negeri asing. Mulai dari penginapan hingga tour guide. Jadi, selain reuni alias kangen-kangenan, kamu juga bisa menghemat biaya penginapan.

5. Siapkan uang tunai 

Ketika di negeri asing, akan lebih baik bila kamu sudah menyiapkan berbagai keperluan selama di tempat tujuan. Termasuk kebutuhan uang tunai. Pasalnya, bila kamu terlalu sering ke tempat penukaran uang atau money changer, kamu belum tentu mendapatkan rate atau harga yang ramah alias murah. Selain itu juga tidak efektif menunjang aktivitas transaksi yang cepat. Jadi, siapkan kebutuhan uang tunai secukupnya. Bila memang kamu punya kartu kredit yang bisa menunjang transaksi dengan rate murah, kamu bisa memanfaatkan hal tersebut.

6. Jangan sepelekan pengaturan telpon

Ketika di luar negeri, jangan lupa mengatur ponsel kamu supaya tagihannya tidak membengkak akibat roaming atau konsumsi data internet yang mahal. Kamu bisa memanfaatkan paket komunikasi di luar negeri yang khusus untuk pemakaian di mancanegara.

0 comments

    Leave a Reply