Cerita Kopi : Arabica Dan Robusta Ternyata Punya Dua Saudara Lainnya

IVOOX.id, Jakarta – Anda pencinta kopi ? Jenis kopi apa yang anda tau ? Pasti mayoritas menjawab Arabica dan Robusta. Tau kah anda bahwa Arabica dan Robusta ternyata punya dua saudara lainnya ?

Sejak menjadi populer di abad ke-15, penelitian dan pembudidayaan kopi semakin digiatkan. Bangsa Eropa mengembangan kopi di daerah jajahannya asia dan amerika.

Kopi yang berasal dari ethopia terus berkembanh dan semakin dinikmati. Inilah kopi jenis Arabica.

Nama ilmiah kopi arabika adalah Coffea Arabica. Carl Linnaeus, ahli botani asal Swedia, menggolongkannya ke dalam keluarga Rubiaceae genus Coffea. Sebelumnya tanaman ini sempat diidentifikasi sebagai Jasminum arabicum oleh seorang naturalis asal Perancis. Kopi arabika diduga sebagai spesies hibrida hasil persilangan dari Coffea eugenioides dan Coffea Canephora.

Dari rasa, kopi Arabica memiliki banyak variasi rasa yang mana beragam. Rasa dari kopi tersebut dapat lembut, manis, tajam, dan juga kuat. Anda dapat mengetahui bahwa sebelum disangrai, aroma dari kopi ini amat mirip dengan blueberry.

Akan tetapi, setelah disangrai, kopi tersebut akan memiliki aroma buah-buahan manis. Tentu saja secara umum, orang cenderung menyukai aroma kopi Arabica bila dibandingkan dengan Robusta

Yang tidak kalah popularitasnya adalah Robusta. Jenis kopi ini berasal dari hutan equator Afrika, dan didatangkan tahun 1900. Robusta pada awalnya juga didatangkan untuk mengatasi penyakit karat daun.

Rupanya, Robusta memiliki pertumbuhan yang kuat, pemeliharaannya ringan, juga dengan hasil produksi lebih tinggi. Kini, jenis kopi Robusta mendominasi sekitar 90% area kopi di Aceh, Tapanuli, Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, juga Sumatera Selatan.

Robusta adalah salah satu jenis tanaman kopi dengan nama ilmiah Coffea canephora. Nama robusta diambil dari kata “robust“, istilah dalam bahasa Inggris yang artinya kuat. Sesuai dengan namanya, minuman yang diekstrak dari biji kopi robusta memiliki cita rasa yang kuat dan cenderung lebih pahit dibanding arabika.

Biji kopi robusta banyak digunakan sebagai bahan baku kopi siap saji (instant) dan pencampur kopi racikan (blend) untuk menambah kekuatan cita rasa kopi. Selain itu, biasa juga digunakan untuk membuat minuman kopi berbasis susu seperti capucino, cafe latte dan macchiato.

Untuk rasa dari kopi Robusta, ini cenderung memiliki variasi rasa yang netral. Terkadang ini juga memiliki rasa atau aroma seperti gandung. Sebelum disangrai, biji kopi ini memiliki aroma kacang-kacangan.

Yang disayangkan, amat jarang untuk menemukan robusta berkualitas tinggi dipasaran sana. Faktanya, harga biji kopi Arabica lebih tinggi bila dibandingkan dengan kopi Robusta.

Yang anda mungkin belum dengar adalah jenis varietas kopi Liberica. Kopi liberica adalah jenis kopi yang dihasilkan oleh tanaman Coffea liberica. Kopi ini disebut-sebut berasal dari tanaman kopi liar di daerah Liberia. Padahal sebenarnya ditemukan juga tumbuh secara liar di daerah Afrika lainnya.

Kopi liberica dibawa oleh bangsa Belanda ke Indonesia pada abad ke-19. Kopi ini dikembangkan untuk menggantikan tanaman arabika yang terserang wabah penyakit karat daun. Namun upaya tersebut kurang berhasil karena tanaman kopi liberica mengalami hal yang sama.

Kopi liberika berukuran besar, bisa mencapai tinggi 9 meter. Biji kopi liberika juga lebih besar, kadang mencapai dua kali lipat ukuran biji arabika. Yang unik, daun tanaman kopi ini mengandung kafein lebih banyak dari bijinya.

Kopi ini sering disebut kopi nongko karena bijinya yang besar-besar. kalau dirasakan, kopi ini ada cita rasa sayurnya. Rasanya yang lebih pahit dan asam membuat kopi ini cenderung kurang diminati di Indonesia.

Di antara ketiga jenis kopi lain, nama kopi Ekselsa paling jarang terdengar. Kopi Ekselsa dianggap minim peminat, karena cita rasanya terlalu asam dan pahit.

Kopi excelsa ditemukan pada awal abad ke-20 di wilayah Afrika Barat. Pada awalnya tanaman ini disebut sebagai spesies Coffea excelsa, kadang-kadang disebut spesies Coffea dewevrei.

Belakangan dikoreksi menjadi Coffea liberica var. dewevrei, sebagai salah satu varietas kopi liberika. Namun nama-nama tersebut masih menjadi perdebatan para ahli. Kopi excelsa memiliki banyak nama sinonim.

Saat ini kopi excelsa tidak banyak dibudidayakan. Arabica dan Robusta saat ini masih mendominasi 90% pasar kopi dunia. Tidak heran kita lebih mengenal kedua varietas ini ketimbang Liberica dan excelsa.

LEAVE A REPLY