BI: Pemulihan Ekonomi Global Masih Rentan

IVOOX.id – Bank Indonesia (BI) menyatakan, keberlanjutan pemulihan ekonomi global masih akan rentan lantaran adanya beberapa risiko yang datang dari Amerika Serikat terhadap kebijakan The Fed dan Donald Trump.

Plt. Direktur Departemen Kebijakan Makro Prudential BI Retno Ponco Windarti menerangkan, risiko utama tersebut diantaranya, terdapat laju pengetatan suku bunga The Fed, ketidakpastian kebijakan AS, volatilitas harga minyak dan komoditas, serta isu geopolitik global.

“Berlanjutnya tren pengetatan kebijakan moneter di beberapa negara maju, berisiko memengaruhi arah pergerakan likuiditas dunia,” ungkap dia dalam acara ‘Indonesia Risk Management Outlook 2018’ oleh Majalah Stabilitas di Hotel Fairmont Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Retno melanjutkan, risiko laju pengetatan The Fed akan melahirkan permasalahan pada suku bunga AS yang dapat berimplikasi pada akumulasi kerentanan sistem keuangan global. Pasalnya kematian PER sudah terlalu tinggi dan kenaikan leverage perusahaan-perusahaan non keuangan yang diikuti oleh meningkatnya DSR.

“Fed Fund rate Kedepannya akan menimbulkan dampak seperti tax plan, American First, Healthcare, dan Debt Celling,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, arah kebijakan Presiden AS Donald Trump yang tidak dapat ditebak sepertinya akan mengarak pada kembalinya gejala proteksionis.

“Risiko proteksionis yang dapat memperlambat pertumbuhan perdaganga dunia, termasuk Indonesia,” pungkasnya.[ava]