Berikut Penjelasan Kemkominfo Terkait Hashtag #YangGajiKamuSiapa

IVOOX.id, Jakarta – Media sosial Twitter sedang ramai memperbincangkan kata-kata yang diucapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam acara internal Kominfo dengan menggunakan tagar #YangGajiKamuSiapa, berikut adalah penjelasan Kemkominfo terkait hal tersebut.

Menkominfo memberikan penjelasan lewat akun Twitter pribadinya, dalam cuitan tersebut terlihat pernyataan resmi yang telah dikeluarkan oleh Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI Ferdiandus Setu.

“Teman2, terkait dg pernyataan “yang bayar gaji ASN adalah pemerintah/negara” dlm forum internal karyawan Kominfo kmrn, berikut penjelasan tentang kronologi dan konteksnya agar dpt menjadi gambaran utuh, tdk sepotong2 sebagaimana video & kutipan yg banyak beredar. Terima kasih”, cuit Rudiantara dalam akun Twitternya.

Sebelumnya beredar video Menkominfo Rudiantara saat mengomentari pilihan salah satu ASN yang disuruh memilih desain yang tersedia di panggung di acara internal Kominfo pada hari Kamis (31/01/2019) di Hall Basket Senayan, Jakarta.

Salah satu ASN memilih pilihan nomor dua, namun alasan yang dikeluarkan ASN tersebut tidak mengenai desain malah terkait pilpres.

Menkominfo menyayangkan pernyataan ASN tersebut yang terkesan malah berkomentar melebar jauh dari hal yang seharusnya.

Lalu setelah ASN tersebut turun panggung, Menkominfo memanggil dan bertanya kepada ibu tersebut yang menyebabkan tagar #YangGajiKamuSiapa viral di Twitter.

“Bu! Bu! Yang bayar gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa? Hah?”, ujar Menkominfo.

Terkait hal tersebut, berikut adalah penjelasan resmi dari Kementrian Komunikasi dan Informatika RI:

  1. Dalam salah satu bagian acara sambutan, Menkominfo meminta masukan kepada semua karyawan tentang dua buah desain Sosialisasi Pemilu yang diusulkan untuk Gedung Kominfo dengan gaya pengambilan suara.
  2. Semua berlangsung dengan interaktif dan antusias sampai ketika seorang ASN diminta maju ke depan dan menggunakan kesempatan itu untuk mengasosiasikan dan bahkan dapat disebut sebagai mengampanyekan nomor urut pasangan tertentu.
  3. Padahal sebelumnya, Menkominfo sudah dengan gamblang menegaskan bahwa pemilihan tersebut tidak ada kaitannya dengan pemilu. Penegasan tersebut terhitung diucapkan sampai 4 kalimat, sebelum memanggil ASN tersebut ke panggung.
  4. Dalam zooming video hasil rekaman, terlihat bahwa ekspresi Menkominfo terkejut dengan jawaban ASN yang mengaitkan dengan nomor urut capres itu dan sekali lagi menegaskan bahwa tidak boleh mengaitkan urusan ini dengan capres.
  5. Momen selanjutnya adalah upaya Menkominfo untuk meluruskan permasalahan desain yang malah jadi ajang kampanye capres pilihan seorang ASN di depan publik. Terlihat bahwa ASN tersebut tidak berusaha menjawab substansi pertanyaan, bahkan setelah pertanyaannya dielaborasi lebih lanjut oleh Menkominfo.
  6. Menkominfo merasa tak habis pikir mengapa ASN yang digaji rakyat/pemerintah menyalahgunakan kesempatan untuk menunjukkan sikap tidak netralnya di depan umum. Dalam konteks inilah terlontar pertanyaan “Yang Gaji Ibu Siapa?”. Menkominfo hanya ingin menegaskan bahwa ASN digaji oleh negara sehingga ASN harus mengambil posisi netral, setidaknya di hadapan publik.
  7. Atas pernyataan “yang menggaji pemerintah dan bukan keyakinan Ibu”, “keyakinan” dalam hal ini bukanlah dimaksudkan untuk menunjuk pilihan ASN tersebut, melainkan merujuk kepada sikap ketidaknetralan yang disampaikan kepada publik yang mencederai rasa keadilan rakyat yang telah menggaji ASN.
  8. Dalam penutupnya sekali lagi Menkominfo menegaskan bahwa posisi ASN yang digaji negara/pemerintah harus netral dan justru menjadi pemersatu bangsa dan memerangi hoaks.
  9. Kami menyesalkan beredarnya potongan-potongan video yang sengaja dilakukan untuk memutus konteks masalah dan tidak menggambarkan peristiwa secara utuh.