Bank Syariah Mandiri Raih Kenaikan Laba Bersih 65,7%

IVOOX.id, Jakarta – PT Bank Syariah Mandiri mendongkrak pertumbuhan laba bersih sebesar 65,7 persen menjadi Rp605 miliar sepanjang 2018 dibanding Rp365 miliar pada 2017, karena penerimaan dari nasabah ritel dan komisi dari bisnis transaksi.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (11/3), mengatakan pengembangan ke bisnis transaksi perbankan telah mengerek naik pendapatan berbasis komisi (Fee Based Income/FBI).

Pendapatan berbasis komisi anak usaha Grup Bank Mandiri itu naik 19,4 persen (secara tahunan/year on year) menjadi Rp1,13 triliun per akhir 2018, dari pelayanan jasa transaksi.

“Kami bersyukur pada tahun 2018 membukukan peningkatan laba 65,7 persen,” ujar Toni, dikutip Antara.

Selain dari FBI, sumber laba perusahaan juga berasal dari pertumbuhan pendapatan marjin bagi hasil bersih yang meningkat Rp402 miliar atau secara tahunan tumbuh 5,52 persen menjadi Rp7,69 triliun per akhir 2018. Pertumbuhan marjin bagi hasil bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan dan perbaikan kualitas pembiayaan.

“Indikator bisnis perusahaan seperti pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), pembiayaan sangat baik. Tahun ini dengan total aset mencapai Rp98,34 triliun Mandiri Syariah sudah naik ke peringkat 15 di Indonesia. Kami sudah masuk 15 bank besar,” ujarnya.

Peningkatan aset ini sendiri didorong oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 12,30 persen (yoy) dari Rp 77,9 triliun per Desember 2017 menjadi Rp87,47 triliun pada Desember 2018.

Sementara dari sisi pembiayaan, hingga dengan akhir 2018 Mandiri Syariah telah menyalurkan sebesar Rp67,75 triliun atau tumbuh 11,63 persen (yoy) dibanding Rp 60,69 triliun pada akhir 2017. Pertumbuhan pembiayaan tersebut diiringi dengan perbaikan kualitas yang tercermin dari penurunan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) turun dari 2,71 persen menjadi 1,56 persen.

Di sisi lain, segmen ritel mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi. Segmen ini tumbuh sebesar 15,49 persen (yoy) menjadi Rp39,95 triliun per akhir 2018.

Adapun pembiayaan segmen menengah dan besar yakni Korporat dan Komersial tumbuh 6,5 persen (year on year) menjadi Rp27,79 triliun pada akhir 2018.