Banjir Melanda, Cepat Tanggap !

Ilustrasi: Ivoox Indonesia

IVOOX.id, Jakarta – Sebagai negara dengan iklim tropis di katulistiwa, curah hujan di Indonesia lebih besar disbanding di negara lainya. Ketika bencana banjir melanda, jangan panik cepat tanggap !

Bencana Banjir adalah bencana yang paling sering melanda Indonesia. Curah hujan diatas normal dan adanya pasang naik air laut merupakan penyebab utama terjadinya banjir. Selain itu faktor ulah manusia juga berperan penting seperti penggunaan lahan yang tidak tepat, pembuangan sampah ke dalam sungai, pembangunan pemukiman di daerah dataran banjir dan sebagainya.

Banjir terbagi menjadi 3 kategori: Banjir (genangan) Banjir bandang Banjir rob, akibat naiknya permukaan air laut.

Banyak hal yang menyebabkan banjir :

  • Permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut.
  • Terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan pengaliran air keluar sempit.
  • Curah hujan tinggi. Banyak pemukiman yang dibangun pada dataran sepanjang sungai.
  • Aliran sungai tidak lancar akibat banyaknya sampah. Kurangnya tutupan patahan di daerah hulu sungai.

Jika terjadi banjir, sebaiknya beberapa hal dilakukan untuk mengurangi resiko :

  1. Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir.
  2. Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena bencana.
  3. Mengungsi ke daerah aman atau posko banjir sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk dilewati.
  4. Segera amankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
  5. Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat.

Jika banjir telah reda ada hal yang perlu sergera dilakukan. Secepatnya membersihkan rumah, gunakan antiseptik untuk membunuh kuman penyakit. Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit diare. Kondisi pasca banjir dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat.

Pemerintah setempat diharapkan dapat melakukan mitigasi bencana banjir, harapanya banjir dapat dihindari, atau dapat diminimalkan resikonya :

  1. Penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai fungsi lahan.
  2. Tidak membangun rumah dan pemukiman di bantaran sungai serta di daerah banjir.
  3. Pemasangan pompa untuk daerah yang lebih rendah dari pemukiman laut.
  4. Program penghijauan daerah hulu sungai harus selalu dilaksanakan serta mengurangi aktifitas di bagian sungai rawan banjir.

Banjir memang sangat merepotkan. Dampaknya dapat merusak sarana-prasarana termasuk perumahan, gedung, jalur transportasi putus, peralatan rumah tangga rusak/hilang.dibidang kesehatan banjir juga dapat menimbulkan penyakit diare, infeksi saluran pernafasan. Dampaknya terhadap lingkungan banjir dapat menimbulkan erosi bahkan longsor. Pencemaran lingkungan.

Sejak dini masyarakat harus dilibatkan dalam mitigasi bencana banjir. Menjaga lingkungan menjadi hal yang efektif dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah terjadinya banjir.