Antonio Banderas Temukan Lagi Jati Diri Usai Serangan Jantung

 

IVOOX.id, Cannes – Antonio Banderas mengatakan serangan jantung yang dialaminya dua tahun lalu mendorongnya hidup lebih sehat, juga membuatnya bisa menemukan lagi jati diri sebagai aktor, termasuk saat mempersiapkan peran utama dalam film otobiografi Pedro Almodovar.

“Itu adalah petuah fantastis untuk hidupku,” kata Banderas pada Reuters dalam wawancara di Cannes, di mana “Pain And Glory” dari Almodovar bersaing untuk mendapatkan penghargaan paling bergengsi Palme D’Or di festival film Prancis itu.

“Saya tidak lagi merokok, saya semakin rajin berolahraga. Saya merasa pikiran makin jernih dan seperti menemukan lagi jati diri.”

Pria Spanyol berusia 58 tahun, yang dikenal lewat film “The Mask of Zorro” dan “Evita”, baru-baru ini berperan sebagai pelukis Pablo Picasso dalam drama televisi “Genius”. “Saya banyak merenung tentang karier akting. Dan saya merasa sangat segar dan sangat baru,” ujar dia.

“Pain And Glory” -film mengenai sutradara yang menua dan mengingat kembali hidupnya- memeprtemukan Banderas dengan Penelope Cruz.

Keduanya berkaca-kaca setelah pemutaran di Cannes, dan Banderas tercekat saat berbicara di konferensi pers, Sabtu, mengatakan bulan-bulan yang dijalaninya saat mengerjakan film itu merupakan salah satu masa paling bahagia sebagai aktor sepanjang kariernya berakting di lebih dari 100 film.

Banderas mengatakan kondisi kesehatan membuatnya menjalani hidup sehat saat mempersiapkan diri berperan sebagai Salvador si protagonis, sesuatu yang betul-betul dituntut oleh Almodovar. “Dia ingin kau betul-betul baru, segar, berbeda, melepas semua kebiasaan,” ujar Banderas pada Reuters.

Sang aktor mengatakan dia awalnya tidak tahu bahwa Almodovar, teman dekatnya, akan betul-betul menggali kehidupan pribadinya untuk jalan cerita film baru, di mana sang sutradara mendeskripsikannya sebagai film yang sebagian otobiografi, sebagian lagi fiksi.

“(Almodovar) meneleponku dan bilang ‘Aku akan mengirimkan skenario yang nanti kau akan merasa banyak referensi dengan orang-orang yang kau kenal,” ujar Banderas. “Jadi dia mengirimkan padaku dan aku membacany dan merasa ‘ya Tuhan, itu adalah dia.” (luthfi ardi)