Angka Pemudik Turun 1,9 Juta Orang, Kereta Api Alami Kenaikan

Kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019). Arus mudik di gerbang tol Cipali pada H-6 terpantau padat. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/wsj.

IVOOX.id, Jakarta – Data Kementerian Perhubungan mengungkapkan bahwa terjadi penurunan jumlah pemudik dibandingkan catatan tahun sebelumnya.

Diakui oleh Kementerian Perhubungan, bahwa jumlah pemudik dalam Angkutan Lebaran 2019 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan catatan tahun 2018 lalu. Berdasarkan penghitungan data Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia, Sabtu 8 Juni 2019, jumlah pemudik H-7 hingga H+2 turun 17,85 persen dibanding 2018.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono mengatakan, penurunan tersebut tentu memengaruhi arus mudik dan arus balik pada tahun ini. Menurut Joko data tersebut harus dianalisis lebih jauh dan lengkap guna mengetahui pengaruhnya terhadap terkendalinya arus mudik dan balik pada tahun ini.

Baca Juga : Pemudik Menggunakan Moda Kereta Api Naik

“Sampai hari ini angkutan balik terkendali, lancar. Memang dilaporkan tadi semuanya ada penurunan baik di udara, laut, dan kereta api. Tentu formasi ini akan kita olah untuk mengetahui betul, nantinya setelah posko akan kita lakukan analisis untuk mengetahui seberapa besar kinerja Angkutan Lebaran 2019,” Jelas Joko di Jakarta (8/6).

Djoko menjelaskan, penurunan signifikan pada Angkutan Lebaran 2019 memang terjadi pada angkutan udara. Jumlah penumpang angkutan udara pada H-7 hingga H+2 Lebaran 2019 tercatat sebanyak 2.223.042 penumpang, turun 31,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebanyak 3.227.472 penumpang.

“Memang yang cukup mencolok adalah penurunan siginifikan di udara, sampai angkanya menyentuh ada yang hampir 40 persen. Kita sedang mencari apakah ada balancing pada moda yang lain, tentunya angka ini kita kumpulkan supaya nanti kita secara utuh mempunyai suatu kesimpulan terkait dengan beberapa perkembangan Angkutan Lebaran 2019,” jelasnya.

Baca Juga : Kasus Kecelakaan Selama Rus Mudk di Pantura Turun

Namun penurunan juga terjadi untuk angkutan jalan, yakni dari 2.769.260 menjadi 2.033.177 penumpang, atau turun 26,58 persen. Sementara itu, angkutan penyeberangan turun 8,10 persen, dari 2.753.449 menjadi 2.530.426 penumpang. Begitu juga angkutan laut yang turun 0,56 persen, dari 715.376 menjadi 711.348 penumpang.

Sedangakn untuk moda transportasi Kereta Api mengalami peningkatan, naik sebesar 1,93 persen, yakni dari 3.133.282 penumpang menjadi 3.193.898 penumpang. Dengan begitu, total keseluruhan penumpang moda Angkutan Lebaran 2019 H-7 hingga H+2 Lebaran sebanyak 10.692.258 penumpang, sedangkan pada periode yang sama 2018 sebanyak 12.598.839 penumpang