Akhir 2017, BRI Telah Miliki 279.750 Agen BRILink

IVOOX.id, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk semakin gencar mendorong pertumbuhan agen layanan digital BRILink yang ditargetkan meningkat menjadi setengah juta agen BRILink pada 2018.

Hingga akhir 2017, tercatat perusahaan memiliki 279.750 agen, dengan 78 persen di antaranya berada di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

“Jumlah ini meningkat drastis apabila dibanding dengan jumlah agen BRILink di akhir 2016 sebanyak 84.550 orang,” ucap Corporate Secretary Bank BRI Bambang Tribaroto di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Bambang menyatakan, agen BRILink merupakan perluasan layanan BRI dengan menjalin kerja sama dengan nasabah sebagai agen bank yang dapat melayani kebutuhan keuangan bagi masyarakat secara real time online.

Selain sebagai upaya memperkuat pertumbuhan bisnis keagenan, strategi ini merupakan komitmen perseroan untuk menyukseskan program keuangan inklusif yang digagas pemerintah.

Bambang menuturkan, kenaikan jumlah agen tersebut mampu mendorong peningkatan jumlah dan volume transaksi secara signifikan.

Sepanjang 2017, tercatat agen BRILink mampu mencatatkan 202,1 juta transaksi finansial atau tumbuh 105,4 persen ‎year on year. Sementara total volume transaksi senilai Rp298 triliun atau tumbuh 114,2 persen (yoy).

Dia mengatakan, agen BRILink juga memiliki kontribusi dalam menghimpun simpanan dari masyarakat, utamanya dana murah (CASA). Tercatat CASA senilai Rp3,9 triliun mampu dihimpun agen BRILink di seluruh Indonesia hingga akhir 2017.

Selain itu, agen BRILink juga menjadi salah satu strategi Bank BRI dalam upaya meningkatkan efisiensi. Dengan fokus pada pengembangan bisnis agen BRILink, Bank BRI meningkatkan market penetration untuk menjangkau nasabah maupun calon nasabah lebih luas tanpa harus membuka kantor cabang konvensional dan ini tentunya merupakan efisiensi yang signifikan bagi perusahaan.

“Melalui agen BRILink, nasabah BRI maupun masyarakat umum lainnya bisa mendapatkan pelayanan sama baiknya seperti yang didapatkan di kantor cabang BRI,” ujarnya. [ava]