September 20, 2019

Ajax ke Semifinal Liga Champions untuk Kali Pertama Sejak 1997

 

IVOOX.id, Turin – Ajax Amsterdam secara mengejutkan menyingkirkan Juventus dan melaju ke semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 1997. Gol sundulan babak kedua Matthijs de Ligt memastikan kemenangan 2-1 pada leg kedua babak delapan besar di Turin, Rabu (17/4) dini hari WIB.

Cristiano Ronaldo, yang mengincar gelar Liga Champions keenamnya, mencetak gol pembuka lewat sundulan pada menit ke-28 untuk membuat Juve unggul setelah bermain imbang 1-1 di leg pertama. Tapi Donny van de Beek menyamakan kedudukan untuk Ajax sebelum babak pertama usai.

Bek muda De Ligt mencetak gol di pertengahan babak kedua, untuk memastikan kemenangan agregat 3-2. Ajax akan bertemu Manchester City atau Tottenham di babak empat besar.

Tim muda asal Belanda itu sudah menyingkirkan juara bertahan tiga kali Real Madrid dalam perjalanan ke perempat final. Ajax membalikkan kekalahan 1-2 kandang melawan tim asal Spanyol dengan kemenangan 4-1 yang mengesankan di Santiago Bernabeu.

“Ini malam yang luar biasa bagi Ajax dan para pemainnya dan juga untuk sepakbola Belanda,” ujar pelatih Ajax Erik ten Hag.

Sekali lagi kami menyingkirkan tim favorit. Kami mengatakan sebelumnya bahwa kami bukan favorit tetapi dengan filosofi kami, kami dapat melangkah lebih jauh, kami telah melampaui batas kami,” sambungnya.

Juventus telah berusaha melaju ke semifinal Liga Champions untuk ketiga kalinya dalam lima musim terakhir. Tapi Ronaldo, yang mencetak gol tandang pekan lalu dengan sundulan loncat di Amsterdam, menjadi satu-satunya senjata Juve melawan tim asal Belanda yang bermain mengesankan.

Pemain berusia 34 tahun itu didatangkan dengan transfer 100 juta euro (1,7 triliun rupiah) musim panas lalu dari Real Madrid dalam upaya untuk memenangkan trofi Eropa untuk pertama kalinya sejak 1996, ketika mereka mengalahkan Ajax di final.

“Ajax pantas lolos,” ujar pelatih Juve Massimiliano Allegri. “Kami bisa melakukan yang lebih baik, tetapi Ajax tidak datang entah dari mana, mereka adalah finalis Liga Europa dua tahun lalu dan mencetak lima gol melawan Real,” sambungnya.

“Ini bukan eliminasi terburuk kami. Kami memiliki harapan besar, tetapi Liga Champions adalah kompetisi yang aneh. Kami harus selalu dalam kondisi puncak. Pada bulan lalu kami telah berjuang dengan beberapa cedera. Bahkan malam ini kami masih kehilangan pemain penting,” tandasnya.

Ajax memenangkan gelar ketiga berturut-turut mereka pada 1973 dan terakhir mengangkat trofi pada 1995. Penampilan semifinal terakhir mereka berakhir dengan kekalahan dari Juve 22 tahun yang lalu.

Juventus sekarang mengalihkan fokus mereka kembali ke Serie A. Klub asal Turin itu bisa memenangkan gelar kedelapan berturut-turut pada akhir pekan ini.

“Ronaldo memiliki pertandingan yang bagus, dia mencetak gol. Dia kecewa seperti kami semua,” ucap Allegri. “Sabtu kami harus memastikan Scudetto,” sambungnya. (luthfi ardi)

0 comments

    Leave a Reply