ABU BAKAR ASH–SHIDDIQ (4) : Nama Dan Gelar Mulia

Abu Bakar Ash-Shiddiq ( Sumber : The Golden Story of Abu Bakar Ash-Shiddiq) / ivoox.id

IVOOX.id, Jakarta – Semasa hidupnya Abu Bakar bukan hanya memiliki gelar Ash-Shiddiq saja. Karena sifatnya yang mulia beberapa gelar mulia disematkan padanya.

Zubair bin Bakar bin Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ma’ruf bin Kharbudz, dia berkata, “Sesungguhnya Abu Bakr Ash – Shiddiq adalah salah satu dari 10 orang Quraiys yang kejayaan nya di massa Jahiliyah bersambung hingga jaman Islam”.

Abu Bakar yang digambarkan sebagai pria berwajah tampan sehingga mendapat julukan Atiq. BErkulit putih, betubuh kurus dan agak bungkuk, Abu Bakar memiliki wajak yang kurus dengan kening yang menonjol sehingga kedua matanya terlihat cekung.

Baca juga : ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ (1) : Kemulian Seorang Sahabat

Abu bakar mendapatkan berapa gelar dan nama karena penampilannya, terutama karena sifatnya yang mulia.

Atiq

Sebagian meriwayatkan nama ini diberikan kepada abubakar oleh ibunya. Atiq artinya terbebas.

Musa bin Thallah sempat bertanya kepada ayahnya perihal nama Atiq yang diberikan kepada Abu Bakar. Thalhah memberi tau bahwa dahulu Ibu Babu Bakar tidak memiliki anak. Ketika beliau melahirkan Abu Bakar, beliau menghadapkannya ke Baitul Haram (Ka’Bah), sembil berkata “Sesungguhnya anakini Atiq (terbebas) dari kematian, maka perembahkanlah dia untukku”.

Abdullah

Nama ini diberikan ketika Abu Bakar mengikrarkan dirinya sebagai muslim dihadapan Rasulullah. Gelar ini diberikan oleh Rasulullah.

Selama Abu Bakar menjadi KHalifah, beliau mengunakan nama ini dalam surat-surat yang ditulisnya. “Dari Abdullah Abubakar, Khalifah Rasulullah SAW”.

Baca juga : ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ (2) : Silsilah Keluarga Sahabat Sejati Rasulullah SAW

Abu Bakar

Nama Abu Bakar punmerupakan gelar. Abu berarti bapak, Bakar bermakna awal mula. Nama ini merupakan nama yang diberikan karena beliau merupakan lelaki dewasa pertama yang menerima ajaran Islam.

Abu Bakar merupakan peria tampan yang selalu menjadi yang pertama melakukan kebaikan. Beliau orang yang beruntung, karena termasuk orang yang dijanjikan Rasulullah SAW terbebas dari Api Neraka.

Ash – Shiddiq

Ini adalah julukan yang paling terkenal. Ash – Shiddiq artinya adalah orang yang paling mebenarkan. Rasulllah SAW meberikan gelar ini karena Abu Bakar merupakan orang yang pertama kali dengan tegas meyakini tanpa keraguan sedikit pun bahwa Rasulullah Benar  telah menjalani Is’ra dan Mi’raj. Beliau juga orang dewasa pertama yang beriman.

Gelar ini turun sebgaiman riwayat dari Anas bin Malik, bahwa Nabi Muhammad SAW menaiki bukit uhud Bersama Abu Bakar, Umar dan Ustman. Kemudian bukit uhud pun berguncang. Lalu nabi Muhammad SAW bersabda, “Diamlah Uhud, di atasmu ada Nabi, Ash – Shiddiq (Abu Bakar) dan dua orang syuhada (Umar dan Ustman)”.

Ash – Shahib

Gelar Ash – Shahib atau yang berarti sahabat sebagaimana disebutkan Allah SWT dalam Al Quran.

Allah SWT berfirman, Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada sahabatnya (Shahibihi) : “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita”. Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (At TAubah [9] : ayat 40)

Para Ulama bersepakat yang dimaksud Shahib dalam ayat diatas adalah Abu Bakar. Karena beliau adalah sosok yang menemani Nabi ketika berhijrah.

Baca juga : ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ (3) : Saudagar Yang Sukses Dan Berhati Mulia

Al Atqa

Abu Bakar juga dijuluki sebagai orang yang paling bertaqwa. Gelar ini diberikan langsung oleh Allah SWT.

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling bertakwa itu (dari azab neraka) (Al Lail [92] : Ayat 17).

Al Awah

Abu Bakar juga dijuluki al-awah karena iya memiliki sifat yang takut mendalam kepada Allah SWT.

Ibrahim an-Nakh’I berkata, “Abu Bakar disebut dengan al-ahwah karena sifat kasihsayangnya dan pengasih yang dimilikinya serta sensifitas hatinya yang mudah terharu dan menangis”.

 

Bersambung…

 

(Sumber : The Golden Story of Abu Bakar Ash-Shiddiq)