71 Penumpang Lion Air PK-LQP Teridentifikasi

IVOOX.id, Jakarta - Jumlah korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang, Bangka Belitung, yang teridentifikasi mencapai 71 oleh tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polri.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri tengah memberikan keterangan pers terkait identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang, di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/11/2018). (Syaiful Hakim/ANTARA)

IVOOX.id, Jakarta – Jumlah korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang, Bangka Belitung, yang teridentifikasi mencapai 71 oleh tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polri.

Pada Kamis (8/11), sebanyak 20 korban yang berhasil teridentifikasi dari pemeriksaan pada 186 kantung jenazah yang tiba dan diperiksa di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, sejak Senin (29/10) lalu dengan mengambil 609 sampel DNA post mortem dan 256 sampel ante mortem dengan terverifikasi 189 sampel dari pihak keluarga.

“Hari ini berhasil teridentifikasi 20 penumpang kecelakaan Lion Air JT 610 yang merupakan hasil dari pemeriksaan pada 186 kantung jenazah yang berisi bagian tubuh dan telah melalui sudang rekonsiliasi,” kata Kepala Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Brigjen Pol Musyafak, saat konferensi pers di RS Polri Raden Said Sukanto, Jakarta Timur, Kamis malam

Berdasarkan keterangan dari tim DVI Polri, korban Lion Air JT 610 yang berhasil teridentifikasi kali ini, adalah hasil sidang rekonsiliasi pencocokan data post mortem dari jenazah korban yaitu data primer sidik jari dan DNA, dengan data antortem dari keluarga serta pihak lainnya sebagai data sekunder yakni tanda medis dan properti yang dibawa.

Hasil sidang rekonsiliasi pukul 16.00 WIB di RS Polri Raden Said Sukanto adalah Denny Maulana (laki-laki, usia 30 tahun) melalui DNA, Shintia Melina (perempuan, usia 25 tahun) melalui DNA, Yunita (perempuan, usia 32 tahun) melalui DNA, Daryanto (laki-laki, usia 43 tahun) melalui DNA, Junior Priadi (laki-laki, usia 32 tahun) melalui DNA, dan Hesti Nuraini (perempuan, usia 45 tahun, melalui DNA).

Kemudian Inayah Fatwa Kurnia Dewi (perempuan, usia 38 tahun) melalui DNA, Mery Yulyanda (perempuan, usia 23 tahun) melalui DNA dan medis, Tri Haska Hafidzi (laki-laki, usia 31 tahun) melalui DNA, dan Linda (perempuan, usia 49 tahun) melalui DNA.

Penumpang lainnya, Filzaladi (laki-laki, usia 30 tahun) melalui DNA, Ary Budiastuti (perempuan, usia 48 tahun) melalui DNA, Hasnawati (perempuan, usia 57 tahun) melalui DNA, Wendy (laki-laki, usia 29 tahun) melalui DNA, dan Indra Bayu Aji (laki-laki, usia 39 tahun) melalui sidik jari.

Selanjuymya, Dolar (laki-laki, usia 37 tahun) melalui sidik jari, Abdul Efendi (laki-laki, usia 50 tahun) melalui sidik jari, Tan Toni, laki-laki, usia 60 tahun) melalui sidik jari, Hedy (laki-laki, usia 36 tahun) melalui sidik jari, medis dan properti, serta Arif Yustian (laki-laki, usia 20 tahun) melalui DNA.

“Hingga saat ini, penumpang yang telah teridentifikasi sebanyak 71 penumpang dengan rincian laki-laki 52 orang dan perempuan 19 orang. Adapun jenazah yang berhasil teridentifikasi setelah sidik jari teruji, adalah dari tanda medis dan properti seperti yang hari ini adalah sweeter bercorak putih dan hitam,” ujar Musyafak.